detikNews
Rabu 02 Oktober 2019, 10:25 WIB

Merasa Dekat, Miangas-Filipina Sering Barter Rokok Sampai Softdrink

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Merasa Dekat, Miangas-Filipina Sering Barter Rokok Sampai Softdrink Foto: Faidah Umu Safuroh
Kepulauan Talaud -

Letak Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, memang lebih dekat ke negara tetangga ketimbang wilayah daratan lain di Indonesia. Jarak Miangas ke Davao, Filipina, hanya berkisar 45 mil laut. Jaraknya lebih dekat ketimbang jarak Miangas ke Marampit, salah satu pulau berpenghuni di Kepulauan Talaud, yang mencapai 66,4 mil.

Sementara jarak Miangas ke ibu kota provinsi Sulawesi Utara, yakni Manado, terbentang sejauh 274 mil laut. Tak heran jika Miangas sempat diakui menjadi bagian dari Filipina dan dikenal dengan nama Pulau Palmas.

Kedekatan dari sisi geografis maupun sosiologis juga membuat banyak warga Filipina memutuskan menikah dengan orang Indonesia dan menetap di Miangas atau sebaliknya.

Ana Maria Jordan Pade, misalnya, memiliki garis keturunan Filipina dari ayahnya dan tinggal di Davao hingga lulus SMA sebelum akhirnya menetap di Miangas.

Oleh karena itu pula, wanita yang akrab disapa Bunda Beta itu sama sekali tak merasa asing dengan kehidupan di Filipina. Sebagai pedagang, dia mengaku malah lebih sering berbelanja di Filipina ketimbang di Indonesia.

"Orang-orang di Miangas sini belanjanya ke sana, dulu cuma pakai perahu layar, belum pakai mesin karena kan Miangas lebih deket ke Filipin daripada ke pulau-pulau Indonesia sana," tuturnya beberapa waktu lalu.

Perbedaan mata uang antara Indonesia dan Filipina tak jadi kendala sebab warga kedua negara terbiasa melakukan barter. Misalnya, jika ia ingin membeli softdrink dari Filipina, barang yang ditukar adalah rokok dari Indonesia.

Minuman karbonasi yang diproduksi di Filipina, menurut Bunda Beta, rasanya lebih enak ketimbang minuman dengan merek sama yang diproduksi di Indonesia.

Selain softdrink, barang-barang lain seperti piring, gelas, triplet, tali kail, hingga pancingan juga biasa dibeli warga Miangas dari Filipina.

Hal senada diungkapkan oleh Yapet Lupa, seorang penjaga Border Cross Area Filipina di Pulau Miangas. "Dari Miangas sini ke Davao paling lama itu bisa 10 jam naik pump boat nelayan," terangnya.

Meski tak lazim, kedekatan antara warga Miangas dan Filipina membuat transaksi barter masih dilakukan dan tak pernah dipermasalahkan hingga sekarang.

"Jadi transaksinya tuh gini, orang Indonesia bawa barang-barang untuk dijual di Davao, Filipin. Mereka terima uang peso, lalu uang peso itu buat belanja barang Filipin dan barangnya dibawa ke Indonesia," ucapnya.

detikcom bersama Bank BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan. Untuk mengetahui informasi dari program ini, ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!







(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com