Upacara Sertijab, Irjen Paulus Waterpauw: Penanganan Papua Perlu Kerja Sama

Upacara Sertijab, Irjen Paulus Waterpauw: Penanganan Papua Perlu Kerja Sama

Rolando - detikNews
Rabu, 02 Okt 2019 08:15 WIB
Upacara Sertijab, Irjen Paulus Waterpauw: Penanganan Papua Perlu Kerja Sama
Foto: Rolando/detikcom
Papua - Polda Papua melakukan upacara serah terima jabatan Kapolda dari Irjen Rudolf A Rodja ke Irjen Paulus Waterpauw. Paulus mengatakan penanganan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua diperlukan kerja sama.

"Kita tahu bahwa dinamika perkembangan kamtibmas, khususnya pada penanganan aksi unjuk rasa yang dilatarbelakangi isu rasisme yang terjadi di beberapa kabupaten di Papua dan penanganan masyarakat pengungsi dari Kabupaten Jayawijaya serta gangguan kamtibas lainnya tentunya sangat diperlukan upaya kerja sama agar permasalahan tersebut tidak meluas dan dapat ditangani," kata Paulus dalam sambutannya di Mapolda Papua, Jalan Sam Ratulangi, Jayapura, Rabu (2/9/2019).


Paulus meyakini tugas yang diembannya saat ini akan lebih ringan apabila jajarannya kompak dalam bertugas. Dia pun meminta dukungan kepada para jajaranya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keberadaan saya kembali di Polda Papua tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan Wakapolda, Irwasda, para pejabat utama, Kapolres serta seluruh anggota Polda Papua. Saya mengakui tidak akan dapat bekerja sendiri tanpa ada bantuan dari personel bantuan Polda Papua dan berbagai pihak," ujar Paulus.

"Saya yakin dan percaya seberat apapun tugas dan tanggung jawab yang ada di pundak kita akan ringan apabila kita memupuk kekompakan dan kebersamaan maka semua tantangan akan mudah diatasi," lanjutnya.

Paulus mengapresiasi tugas yang sudah diemban Rudolf. Paulus berkomitmen melanjutkan dan meningkatkan kinerja yang telah dilakukan Rudolf. "Saya sangat mengapresiasi Irjen Rudolf yang telah menjalankan tugas secara baik di Papua. Saya pun berkomitmen melanjutkan meningkatkan kinerja yang telah dibangun demi terwujudnya pelayanan prima kepada masyarakat," kata Paulus.

Sementara itu, Rudolf yang akan bertugas di Mabes Polri menyinggung bagaimana penangan kondisi Papua sejak bulan Agustus. Rudolf mengaku lebih memilih melindungi masyarakat ketimbang melakukan tindak represif.


"Bapak-Ibu bersama kita tahu bersama dari tanggal 19 Agustus, 29 Agustus, kemudian beberapa kejadian sampai dengan terkahir 23 September kemarin, dinamika begitu tinggi saya sebagai Kapolda harus pilih apakah saya harus lakukan tindakan represif penegakkan hukum yang tegas atau saya harus lindungi masyarakat dari yang akibat yang lebih fatal," sebut Rudolf.

"Saya pilih yang kedua walau di dalam situasi dinamika banyak sekali penilaian dan presisi. Ada yang bilang Kapolda tidak tegas ada yang bilang lemah dan lain-lain, tapi saya harus melindungi masyarakat dari hal yang lebih fatal," imbuhnya.


Simak Video "Tersangka Kerusuhan Wamena Bertambah, Gagal Bawa Isu Papua ke PBB"

[Gambas:Video 20detik]

Halaman 2 dari 2
(aan/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads