Dosa Ghibah Lebih Berat dari Zina, Benarkah?

Lusiana Mustinda - detikNews
Rabu, 02 Okt 2019 04:21 WIB
Foto ilustrasi: Thinkstock

Dilansir dalam islam.nu.or.id, Rasulullah SAW sudah menyatakan bahwa dosa ghibah lebih berat dari dosa zina:

الْغِيبَةُ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا . قِيلَ: وَكَيْفَ؟ قَالَ: الرَّجُلُ يَزْنِي ثُمَّ يَتُوبُ، فَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِ، وَإِنَّ صَاحِبَ الْغِيبَةِ لَا يُغْفَرُ لَهُ حَتَّى يَغْفِرَ لَهُ صَاحِبُهُ

Artinya,:

"Ghibah itu lebih berat dari zina." Seorang sahabat bertanya, 'Bagaimana bisa?' Rasulullah SAW menjelaskan, 'Seorang laki-laki yang berzina lalu bertobat, maka Allah bisa langsung menerima tobatnya. Namun pelaku ghibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang dighibahnya,'" (HR At-Thabrani).

Dan dikutip dalam buku berjudul 'Dosa Kecil yang Terabaikan Penyebab Siksa Azab Kubur yang Maha Pedih' oleh Nur Aisyah Albantany disebutkan beberapa dalil-dalil keharaman ghibah dan bahayanya:

1. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersira di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nur: 19)

2. Di dalam Sunah Abu Dawud tercantum sebuah hadist yang diriwayatkan dari jalan 'Aisyah. Beliau berkata: "Wahai Rasulullah, cukuplah menjadi bukti bagimu kalau ternyata Shafiyah memiliki sifat demikian dan demikian." Salah seorang periwayat hadist menjelaskan maksud ucapan 'Aisyah bahwa Syagiyah itu orangnya pendek. Maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Sungguh engkau telah mengucapkan sebuah kalimat yang seandainya dicelupkan ke dalam lautan niscaya akan merubahnya."

3. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Wahai orang yang telah menyatakan Islam dengan lisannya namun iman itu belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian semua menyakiti sesama muslim, janganlah kalian membuka aib mereka dan janganlah kalian semua mencari-cari (mengintai) kelemahan mereka. Karena siapa saja yang mencari kekurangan saudaranya sesama muslim maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan mengintai kekurangannya dan siapa yang akan diintai Allah kekurangannya maka pasti Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan ungkapkan, meskipun dia berada dalam rumahnya."




(lus/erd)