Ananda Badudu Ungkap soal Alasan hingga SOP Penyaluran Dana ke Mahasiswa

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 02 Okt 2019 00:19 WIB
Ananda Badudu setelah diperiksa polisi. (Samsuduha/detikcom)

Transfer ke mahasiswa

Ananda kemudian menjabarkan soal transferan duit ke mahasiswa. Dia mengatakan uang hasil penggalangan dana itu tidak secara asal dibagikan ke mahasiswa. Dia membuat peraturan agar duit yang terkumpul bisa tersalurkan secara tepat ke mahasiswa.

"SOP-nya adalah tiap kali mahasiswa mendapatkan transfer dana mereka mengumumkan pada teman-temannya. Jadi bukan cuma orang yang ditransfer saja yang tahu, jadi kami minta dia bikin video ngumumin ke teman-temannya bahwa mereka dapat dana dari kitabisa dari dana publik yang terkumpul sebesar misalnya Rp 10 juta, itu harus mereka siarkan di keramaian," paparnya.

Kedua, Ananda meminta identitas mahasiswa yang dibantu dari sisi pendanaan untuk memastikan dana digunakan dengan tepat. Dia juga selalu meminta dokumentasi berupa foto, apabila kondisi di lapangan para mahasiswa membutuhkan konsumsi.

"Terus sebelum transfer kami meminimalisir transfer langsung ke mahasiswa, kalau bisa kami langsung transfer ke vendor. Jadi mereka cari vendor, kami yang bayar vendornya, jadi bayarnya langsung, bukan ada orang pegang duit di sini, lalu kita belanjain entah di mana, terus baru ditransfer. Tapi bayarnya langsung ke vendor, transfer duitnya langsung ke penyedia jasa dan barang. Itu cara yang pertama kalau langsung ke mahasiswa," ujarnya.

Selain diberikan ke mahasiswa, dana itu juga diberikan kepada relawan yang terjun ke lapangan. Ananda menjelaskan dana di lapangan itu untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan bantuan mulai dari segi konsumsi hingga medis.

"Jadi tetap pada semua orang di lapangan itu tim pengelola dana kuitansinya pastikan ada, walaupun dibeli di warung tapi minta si bapak warungnya itu tanda tangan telah mengeluarkan barang sejumlah sekian, untuk ini keperluan ini, jadi jelas dan bisa dipertanggungjawabkan pada publik. Kalau untuk itu saya berani mengatakan bahwa catatan sejauh ini rapi dan bebas dari penyalahgunaan tidak ada yang masuk ke kantor pribadi sama sekali. Untuk itu saya berani mengatakan bahwa yang di lapangan yang terjadi seperti itu," tuturnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3