"Kita aksi solidaritas, mengingat kawan-kawan kita yang sudah menjadi korban di Kendari, saudara Randi dan saudara Yusuf, ada pelajar kita juga ya. Ini jadi poin kita juga menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa sebenarnya aksi kerusuhan yang terjadi sampai saat ini tuh bukan dari mahasiswa, itu bukan narasi dan bukan pergerakan mahasiswa. Pergerakan mahasiswa ya pergerakan intelektual di mana kita membangun narasi membuat tuntutan kepada mereka wakil rakyat atau pun pemerintah," kata Abdul di lokasi aksi depan DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (1/10/2019).
Aksi kali ini, kata Abdul, diikuti oleh sejumlah BEM yang tergabung dalam aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI). Dia mengatakan aksi kali ini ingin menunjukkan kalau demonstrasi yang digelar mahasiswa adalah aksi damai yang berfokus pada poin-poin tuntutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Abdul, ada empat poin tuntutan dalam aksi ini. Keempat poin itu meminta pemerintah melakukan restorasi terhadap sejumlah sektor.
"Kita perjuangkan itu ada 4 tuntutan. Terkait tuntaskan reformasi di dalamnya ada 4 restorasi yang ingin kita sampaikan kepada Pak Presiden ataupun DPR RI," ujarnya.
Massa mahasiswa membawa replika kuburan. (Jefrie Nandy Satria/detikcom) |
Berikut ini 4 poin tuntutan massa hari ini yang ditulis dalam spanduk aksi:
1. Merestorasi upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme
2. Merestorasi demokrasi hak rakyat untuk berpendapat, penghormatan perlindungan dan pemenuhan HAM, serta keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan
3. Merestorasi pelaksanaan reforma agraria dan perlindungan SDA serta tenaga kerja dari ekonomi yang eksploitatif
4. Merestorasi kesatuan bangsa dengan penghapusan diskriminasi antaretnis, penghapusan kesenjangan ekonomi dan perlindungan perempuan.
Halaman 2 dari 2












































Massa mahasiswa membawa replika kuburan. (Jefrie Nandy Satria/detikcom)