Siapa Lawan Bamsoet Menuju Kursi Pimpinan MPR?

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 01 Okt 2019 13:35 WIB
Gedung MPR/DPR (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Deal siapa yang mengisi kursi Ketua MPR tampaknya belum tercapai. Keinginan Partai Golkar, yang disebut-sebut akan mengisi posisi tersebut, belum tentu disetujui fraksi-fraksi lain.

Ketum Golkar Airlangga Hartarto sempat menyebut partainya akan mendapat kursi Ketua MPR periode 2019-2024. Airlangga pun disebut menunjuk Bambang Soesatyo untuk menjadi pimpinan MPR dari fraksinya. Langkah ini disebut-sebut sebagai deal agar Bamsoet tak maju sebagai caketum Golkar untuk menyaingi Airlangga.

"Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto setuju mengusulkan Bamsoet menjadi Ketua MPR dari unsur Partai Golkar. Sebagai kader terbaik yang siap ditempatkan di mana pun oleh partai, insyaallah Bamsoet bersedia. Pengalaman, sepak terjang, dan ketajaman insting politik Bamsoet sangat diperlukan oleh MPR RI, yang pada periode 2019-2024 nanti akan memainkan banyak peran penting dalam menjaga Pancasila dan UUD 1945," ujar Wakil Ketua Koordinator Bidang Kepartaian Partai Golkar Darul Siska dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/9/2019).

Siapa Lawan Bamsoet Menuju Kursi Pimpinan MPR?Bamsoet (Mochammad Zhacky Kusumo/detikcom)

Dukungan terhadap Bamsoet bukan hanya datang dari partainya. Dua kolega Bamsoet saat masih menjadi pimpinan DPR untuk periode 2014-2019, Fahri Hamzah dan Agus Hermanto, memberikan dukungan agar eks Ketua DPR tersebut menjabat Ketua MPR untuk periode saat ini.

Kemudian Fraksi NasDem juga seperti memberi sinyal siap mendukung Bamsoet sebagai Ketua MPR.

"Yang cukup menonjol sepertinya dari unsur Golkar, Bambang Soesatyo. Secara realistis Golkar dapat dukungan yang lebih kuat," ungkap anggota Fraksi NasDem, Johnny G Plate, Selasa (1/10/2019).


NasDem berharap pemilihan Ketua MPR dapat berlangsung mulus. Johnny menyebut pihaknya menghindari terjadinya voting.

"Saya sangat berharap pemilihan Ketua MPR melalui musyawarah untuk mufakat. Jika dilakukan melalui voting, akan mencederai semangat yang melandasi revisi UU MD3 yang terakhir," sebutnya.