detikNews
Selasa 01 Oktober 2019, 11:05 WIB

Suka Duka Tenaga Kesehatan Mengabdi di Miangas

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Suka Duka Tenaga Kesehatan Mengabdi di Miangas Foto: Mardi Rahmat
Kepulauan Talaud - Berada jauh di utara Indonesia, Pulau Miangas ternyata tak hanya dihuni oleh penduduk asli saja. Sejumlah pendatang ikut bermukim di sana atas tugas negara. Wulan Cendana Arum salah satunya.

Gadis asal Kebumen ini tinggal di Miangas sejak November 2017 silam. Wulan merupakan anggota Tim Nusantara Sehat Batch 8, kelompok tenaga kesehatan profesional dari Kemenkes yang ditempatkan di pulau-pulau terpencil, perbatasan dan kepulauan di Indonesia.


Bersama empat orang kawannya, Wulan memberikan layanan konsultasi serta pendampingan kesehatan masyarakat.

"Di sini saya ditempatkan selama dua tahun dengan teman-teman saya yang berbeda profesi, yakni bidan, analis kesehatan dan perawat. Sedangkan saya sendiri dari jurusan kesehatan lingkungan," ucap Wulan saat ditemui detikcom di Miangas beberapa waktu lalu.


Simak video "Cerita Tenaga Kesehatan di Miangas, Kurang Stok Makanan Hingga Sinyal"

[Gambas:Video 20detik]



Meski jauh dari keluarga, akunya, keindahan Pulau Miangas serta keramahan tamahan warga membuatnya merasa kerasan untuk tinggal.

Hampir tiap hari ia bermain di atas hamparan pasir putih pantai bersama teman-temannya, serta beberapa anak-anak pulau tersebut.

Meski demikian, bukan berarti semua hal baik-baik saja. Jika cuaca sedang buruk, ia harus berhadapan dengan 'krisis' bahan makanan. Kapal pengangkut sembako bisa tak datang dan itu artinya ia harus rela makan seadanya.

Pernah dalam beberapa hari, perutnya hanya terisi mie instan. Sebab, selain menghambat kapal pengangkut barang, cuaca buruk juga membuat sejumlah nelayan enggan melaut.


Ia juga harus menyetok barang-barang kebutuhan pribadi selama satu tahun ketika pulang kampung saat lebaran. Sedangkan jika meminta kiriman barang, ia harus menitipkan barangnya kepada para anak buah kapal (ABK) yang ia kenal dari warga sekitar.

"Tapi kami juga merasakan bahwa masyarakat sini masih memiliki ramah tamah dengan pendatang-atau perantau. Mereka bisa merasakan bahwa kami ini adalah keluarga di satu pulau ini," ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa tak hanya timnya yang ditempatkan di Kepulauan Talaud, tapi masih ada tiga tim lain yang ditempatkan di pulau-pulau lain.

"Selain kami, di Kepulauan Talaud ini ada 4 tim Nusantara Sehat Batch 8 yang ditempatakan di tempat yang berbeda, yakni Puskesmas Karatung, Puskesmas Dapalan , Puskesmas Gemeh, Puskesmas Miangas," jelasnya.


Di antara keempat puskesmas tersebut, Miangas adalah yang paling jauh dari Melonguane, ibu kota Kepulauan Talaud. Namun, menurutnya, Pulau Miangas masih lebih baik dari Karatung, karena di Pulau Karatung yang notabene hanya berjarak 6 jam dari Melonguane, tidak ada akses perbankan.

"Sedangkan kami di sini, alhamdulilallah sudah ada bank BRI jadi enggak perlu lagi ke Kabupaten Talaud untuk mendapatkan biaya hidup," ujarnya.

Ia merasa bersyukur karena keberadaan BRI di Miangas memudahkannya dalam banyak hal. Tak hanya menerima atau mengirim uang kepada keluaraga, ia bisa dengan mudah bertransaksi dengan para ABK yang jadi kurir pengiriman barang.

"Kalau harapannya untuk Bank BRI, semoga bisa ada ATM biar narik uang nggak usah pakai buku tabungan," tutupnya.

detikcom bersama Bank BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan. Untuk mengetahui informasi dari program ini, ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

Simak Video "Dari Kami Untuk Mereka di Tapal Batas"
[Gambas:Video 20detik]

(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com