"Aspirasi konstituen di daerah masing-masing tentu beragam. Seyogianya aspirasi dan harapan-harapan yang ada benar-benar dapat diemban secara baik, optimal, dan maslahah. Mohon doa segenap masyarakat agar Fatayat NU serta para kader terpilih di berbagai tingkatan, mampu membawa kemajuan bangsa Indonesia dan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat," kata Anggia kepada wartawan, Senin (30/9/2019).
Tujuh kader Fatayat NU yang melenggang ke Senayan, yaitu Anggia Ermarini, Siti Mukarromah, Eem Marhamah, Nihayatul Wafiroh, Ela, Arzetti Bilbina, dan Siti Nadlifah. Mereka terpilih dari PKB. Selain ketujuh kader Fatayat NU ini, Anggia mengatakan ada banyak kadernya yang terpilih sebagai wakil rakyat di tingkat I dan II, dan tak hanya dari PKB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggia berpesan agar ke depan kerja-kerja politik, legislasi, dan representasi para kader Fatayat di parlemen dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
Fatayat NU adalah badan otonom Nahdlatul Ulama yang berdiri sejak 24 April 1950, atau 69 tahun lalu. Fatayat didirikan untuk merespons sejumlah problem kemasyarakatan seperti isu kesehatan, gizi buruk, stunting, mendorong pemajuan harkat perempuan, mengawal demokrasi dan nasionalisme, serta isu-isu kebangsaan lain seperti radikalisme, terorisme, intoleransi, dan disintegrasi bangsa.
"Selamat dan sukses untuk para kader terpilih. Mari kita bersama-sama berjuang lagi melalui wadah parlemen, tentu dengan tidak melupakan kerja-kerja sosial di Fatayat, sebagaimana telah digariskan Nahdlatul Ulama. Menjadi Dewan adalah langkah strategis dalam mengemban khidmat Fatayat NU," kata Anggia. (tor/tor)











































