Safar Bukan Bulan Sial, Ini Doa yang Bisa Diamalkan

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 30 Sep 2019 04:34 WIB
Foto: Ilustrasi  Denny Putra/detikcom
Foto: Ilustrasi Denny Putra/detikcom
Jakarta -

Dalam kalender Islam, hari ini Senin 30 September 2019 sudah masuk bulan safar 1441 hijriyah. Safar adalah bulan kedua dalam kalender Qamariyah, setelah Muharram dan sebelum Rabiul Awwal.



Ibnu Mandzur dalam Lisânul 'Arab seperti dikutip dari nu.or.id mengatakan bahwa nama bulan safar dipilih karena waktu itu kota Mekkah kosong ditinggal oleh penghuninya.

لِإِصْفَارِ مَكَّةَ مِنْ أَهْلِهَا إِذَا سَافَرُوا


"Karena kosongnya Makkah dari penduduknya apabila mereka bepergian." dalam Ibnu Mandzur, Lisânul 'Arab, Dar el-Shâdir, Beirut, juz 4, halaman 460.

Entah dari mana asal muasalnya, kaum jahiliyah ada yang menganggap bahwa bulan Safar adalah bulan penuh sial dan bencana. Pendapat itu pun segera diluruskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.



"Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Safar," Sabda Rasulullah seperti diriwayatkan dalam Hadis Rasulullah. Al-Bukhari 5437, Muslim 2220, Abu Dawud 3911, Ahmad (II/327).

Beberapa peristiwa penting justru dialami oleh Nabi Muhammad SAW pada bulan Safar. Habib Abu Bakar al-'Adni dalam Mandhûmah Syarh al-Atsar fî Mâ Warada 'an Syahri Shafar menyebut peristiwa penting itu antara lain: menikah dengan Sayyidah Khadijah, menikahkah putrinya Sayyidah Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, hingga mulai berhijrah dari Makkah ke Madinah.



Sayangnya meski sudah diluruskan oleh Rasulullah baik melalui sabda mau pun contoh perbuatan, masih saja ada yang percaya bahwa Safar adalah bulan sial. Padahal jelas disebutkan dalam Alquran bahwa bencana, petaka atau kesialan jika Allah SWT berkehendak tak hanya bisa terjadi di bulan safar.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Arab-Latin: Mā aṣāba mim muṣībatin illā bi`iżnillāh, wa may yu`mim billāhi yahdi qalbah, wallāhu bikulli syai`in 'alīm

Terjemah Arti: Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. At Taghabun: 11)


Bagaimana jika tetap khawatir Safar adalah bulan sial?, halaman selanjutnya.....

Selanjutnya
Halaman
1 2