Amankan Lebaran, Polda Bali Perketat Pengamanan Masjid
Senin, 31 Okt 2005 23:05 WIB
Denpasar - Teror bom pada awal Oktober lalu membuat Polda Bali meningkatkan kewaspadaan. Untuk menghindari kemungkinan terjadinya gangguan dalam perayaan hari raya Idul Fitri, Polda Bali akan melakukan pengamanan ekstra ketat terhadap masjid di Bali dan kawasan komunitas muslim. "Operasi Ketupat 2005 ini di Bali tempat ibadah umat muslim menjadi prioritas," kata Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Polisi AS Reniban kepada wartawan dalam jumpa pers di Bali Tourism Board, Jalan Puputan Raya Renon, Denpasar, Senin (31/10/2005). Reniban mengatakan, selain mengamankan tempat-tempat ibadah, polisi juga akan mengamankan wilayah-wilayah komunitas muslim di Bali. Pengamanan ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kasus pembunuhan tiga orang siswi di Poso, beredarnya isu-isu melalui pesan singkat (SMS) berbau SARA mengenai kedatangan massa Front Pembela Islam (FPI) ke Bali menyusul meledaknya bom di Kuta dan Jimbaran 1 Oktober 2005 lalu.Selain mengamankan wilayah tersebut, Polda Bali juga melakukan pengamanan di rute-rute yang dilalui oleh umat muslim yang melakukan perjalanan mudik. Untuk pengamanan tersebut, polisi mengerahkan 6000 polisi di bantu 1.000 personel TNI. Dalam operasi ini, Polda Bali membuka 28 buah pos jaga di sepanjang rute Denpasar-Jembrana, Singaraja-Jembara dan Denpasar-Karangasem dan menambah jumlah pasukan patroli. "Kita juga akan melakukan pemeriksaan identitas di semua pintumasuk-keluar ke Bali, seperti di Pelabuhan Gilimanuk, Padang Bai dan Benoa," demikian Reniban.
(ton/)











































