Jejak Edward: Dulu Berseteru dengan Ahok, Kini Dihukum 15 Tahun Penjara

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 29 Sep 2019 17:08 WIB
Edward Soeryadjaja (Ari/detikcom)
Edward Soeryadjaja (Ari/detikcom)
Jakarta - Konglomerat Edward Soeryadjaja harus menghabiskan sisa hidupnya di penjara. Putra pendiri Astra, William Soeryadjaja, itu harus menjalani 15 tahun penjara di usia senja, yaitu menapak usia 71 tahun.

Edward dilahirkan di Amsterdam pada 21 Mei 1948. Pada era Orde Baru, ia mendirikan bank Summa. Namun bisnisnya itu porak poranda. Akhirnya Bank Summa ditutup oleh Bank Indonesia pada 14 Desember 1992.

Setelah reformasi, Edward mencoba mencari peruntungan membangun monorail lewat bendera Ortus Holdings. Namun proyeknya kembali kandas.


Saat Jokowi-Ahok memimpin DKI, Edward kembali berusaha menghidupkan pembangunan monorel yang mandek. Edward cuap-cuap bila proyek Jakarta Monorail akan kembali berdenyut. Jakarta Monorail mengaku mendapat suntikan dana segar Rp 25 triliun.

Edward kemudian mendatangi Ahok di kantornya. Dalam pertemuan itu, Ahok meminta pihak Edward membuktikan kemampuan bisa membuat monorel. Salah satunya dengan memberikan jaminan 5 persen dari nilai proyek. Gara-gara itu, Edward tidak rukun dengan Ahok.

"Kita juga minta jaminan bank 5 persen. Kan kamu mau bangun triliunan, buktikan dong uang kamu di mana. Kalau nggak ada duit, berarti bohong dong. Masak, mau bangun tapi 1 perak duit aja nggak ada," kata Ahok di Balai Kota pada Februari 2014 silam.

Dirut PT JM, John Aryananda, masih mengutarakan keberatannya atas usul tersebut. Menurutnya, jaminan tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan pembangunan proyek-proyek besar yang hanya menyertakan jaminan 1 persen sesuai dengan aturan dari Bappenas.

"Jangan dibesar-besarkan. Kita ikut saja dengan Bappenas. Mereka (pemprov) kan mengundang Bappenas untuk berkonsultasi," kata John kala itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2