Arus Mudik ke Yogyakarta Meningkat
Senin, 31 Okt 2005 19:48 WIB
Yogyakarta - Hingga H-3, arus kedatangan para pemudik menuju Yogyakarta dan sekitarnya mulai mengalami peningkatan. Kenaikan volume kendaraan yang menuju kota pelajar ini bahkan sudah mencapai 50 persen."Sejak hari Minggu dini hari hingga Senin pagi, arus kedatangan pemudik yang lewat jalur selatan mulai meningkat hingga 50 persen," kata Mulyono salah seorang petugas dari DLLAJ Kulon Progo kepada wartawan di posko mudik Kecamatan Temon, Kulonprogo, Senin (31/10/2005).Pemudik yang melintasi jalur selatan kebanyakan adalah pengguna mobil pribadi dan motor. Hampir sebagian besar mobil dan sepeda motor yang melintas didominasi berplat nomor Jabotabek, Bandung dan Banten.Pada H-6 lebaran, mobil yang melintas di perbatasan masih berkisar antara 20-25 kendaraan setia menitnya. Namun, sejak hari Minggu (30/10), jumlah kendaraan meningkat tajam menjadi 40-50 mobil/menit terutama pada pukul 07.00 - 09.00 dan 16.00 - 20.00 WIB. Mulyono mengungkapkan di perbatasan antara Temon Kulonprogo dengan Purworejo, Jawa Tengah, telah disediakan tempat beristirahat bagi sopir kendaraan yang kecapekan. Sebab di tempat itu merupakan titik capek di wilayah jalur selatan, sebelumnya melanjutkan perjalanan ke arah timur. "Petugas juga memberikan dua jalur alternatif bagi pemudik yang hendak meneruskan perjalanan ke arah Yogyakarta atau ke timur," tambahnya.Ia mengingatkan para pemudik yang melewati Jalan Wates terutama di wilayah Gamping di Km 5 dan 7 agar berhati-hati. Sebab, ada dua jembatan yang baru saja diperbaiki. "Bila lewat jalur Brosot - Srandakan, Bantul, yang boleh lewat hanya sepeda motor dan mobil pribadi saja yang boleh lewat," jelasnya.Peningkatan jumlah penumpang juga terlihat di Terminal Giwangan Yogyakarta, Stasiun Tugu dan Lempuyangan dan beberapa terminal bus lainnya. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Penumpang Yogyakarta, Asung Waluyo, mengatakan arus kedatangan pemudik yang menggunakan angkutan bus sudah mulai meningkat. "Meski jumlah penumpang yang menggunakan bus meningkat, jumlah bus yang masuk terminal justru menurun dibandingkan tahun lalu," ujarnya tanpa merinci.Sementara itu bus ekstra juga mulai masuk ke Terminal Giwangan dan sebagian lagi langsung mengantar pemudik hingga tujuan daerah asal masing-masing. Bus ekstra dari Jakarta yang sudah masuk terminal Yogyakarta sebanyak 35 bus, Bogor 7 bus, Bandung 1 bus, Surabaya 2bus dan Malang 1 bus.Tahun lalu pada H-4, lanjut Asung, jumlah bus yang datang mencapai 1.762 rit dan bus berangkat sebanyak 1.751 rit. Namun untuk tahun ini justru turun menjadi 1.757 rit bus datang dan 1.589 bus berangkat. Sedang jumlah penumpang yang datang tahun ini meningkat sekitar 35-an persen. "Jumlah penumpang datang tahun lalu sebanyak 21.950 penumpang dan 24.508 penumpang berangkat. Sekarang ini penumpang datang mencapa 29.405 dan 27.663 penumpang berangkat," tuturnya.Kepala Stasiun Besar Tugu Yogyakarta, Purwanto Handry Nugroho, secara terpisah mengatakan jumlah pemudik yang turun di Stasiun Tugu Yogyakarta juga sudah mengalami peningkatan. Pada hari Sabtu hingga Minggu jumlah penumpang kereta api dari Jakarta dengan menggunakan KA ArgoLawu, Taksaka, Argo Dwipangga, KA Senja Utama, KA Fajar Utama maupun kereta api bisnis dan eksekutif lainnya sudah mencapai 8.500 - 9.500 penumpang. "Hari ini mungkin akan meningkat lagi jumlah pemudik dari Jakarta yang turun Yogyakarta," tandasnya.
(ton/)











































