detikNews
Minggu 29 September 2019, 11:27 WIB

6 Fakta Bandara Kertajati yang Wilayahnya Sempat Alami Kebakaran

Virgina Maulita Putri - detikNews
6 Fakta Bandara Kertajati yang Wilayahnya Sempat Alami Kebakaran 6 Fakta Bandara Kertajati yang Wilayahnya Sempat Alami Kebakaran (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Kebakaran terjadi di sekitar wilayah Bandar Udara Internasional Kertajati pada Sabtu (28/9/2019). Akibatnya, dua penerbangan menuju Bandara Kertajati harus dialihkan menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran terjadi di ujung landas pacu 32.

"Terkait kebakaran yang terjadi di sekitar wilayah Bandar Udara Internasional Kertajati, berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran yang terjadi di ujung landas pacu (runway) 32, dan kebakaran sudah dapat dipadamkan oleh Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK)," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/9/2019).

Berikut ini fakta-fakta tentang Bandara Kertajati dan kebakaran yang sempat dialaminya yang dirangkum detikcom:

1. Diresmikan pada 2018

Bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 24 Mei 2018. Bandara Kertajati memiliki terminal seluas 121 ribu meter persegi dengan landas pacu tunggal sepanjang 3.000 meter.

2. Direncanakan Sejak 2003

Walau pembangunannya baru intensif dilakukan sejak 2015, Bandara Kertajati sebenarnya sudah digagas sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri. Studi kelayakan bandara ini telah dimulai sejak 2003.

3. Dirancang SBY

Jokowi menyebutkan bahwa Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut dalam perancangan Bandara Kertajati. Hal tersebut dilakukan bersama Gubernur Jawa Barat kala itu, Ahmad Heryawan.


4. Telan Biaya Rp 2,6 Triliun

Pembangunan Bandara Kertajati menelan biaya sebesar Rp 2,6 triliun. Biaya ini tidak semua berasal dari APBN karena menggunakan skema kemitraan dengan pihak swasta.

5. Sepi

Setelah diresmikan, Bandara Kertajati langsung menghadapi berbagai kendala, salah satunya tingkat keterisian atau okupansi yang hanya mencapai 30 persen. Untuk mengatasi sepinya Bandara Kertajati, pemerintah akhirnya turun tangan dan memindahkan penerbangan jet komersial dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati.

6. Alami Kebakaran

Kebakaran sempat terjadi di wilayah Bandara Kertajati pada Sabtu (28/9) malam, tepatnya di lahan gambut yang berada di ujung landas pacu 32. Api dapat dipadamkan oleh tim gabungan sekitar pukul 21.00 WIB.

Akibatnya, dua penerbangan menuju Bandara Kertajati dialihkan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Dua penerbangan tersebut adalah penerbangan maskapai Lion Air JT-950 rute Batam-Kertajati dan JT-902 rute Deli Serdang-Kertajati.

Kepala BPBD Majalengka Agus Permana menyebutkan titik api muncul dari lahan milik warga sekitar di Blok Pejaten, Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Kemudian, kebakaran merembet hingga ke lahan bandara, sekitar gudang bahan bakar dan kargo.

Api juga sempat mendekat ke kawasan gudang avtur. Sejumlah mobil tangki bahan bakar pun dievakuasi.

"Ya memang kebakaran itu sudah mendekati gudang avtur, semua mobil tangki kita ungsikan. Sampai sekarang masih di luar (gudang)," kata Agus saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/9/2019) malam.


(vmp/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com