detikNews
2019/09/28 18:59:29 WIB

Ada Hoax Bom, Penerbangan Lion Air Banjarmasin-Jakarta Delay 45 Menit

Jabbar Ramdhani - detikNews
Halaman 1 dari 1
Ada Hoax Bom, Penerbangan Lion Air Banjarmasin-Jakarta Delay 45 Menit Ilustrasi (Foto: dok. Lion Air)
Jakarta - Penerbangan Lion Air JT-323 mengalami penundaan (delay) sekitar 45 menit. Hal ini disebabkan ada penumpang yang menyampaikan berita bohong (hoax) soal bom.

"Ketika proses penumpang memasuki kabin (boarding), salah satu penumpang laki-laki berinisial D yang memiliki nomor kursi 19A mengatakan ada bom dalam barang bawaan," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangannya, Sabtu (28/9/2019).

"Dampak yang timbul dari candaan tersebut, Lion Air penerbangan JT-323 mengalami keterlambatan 45 menit," sambung dia.


Pesawat hendak terbang dari Banjarmasin lewat Bandara Internasional Syamsudin Noor (BDJ) menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Dia mengatakan penerbangan dipersiapkan dengan baik menggunakan Boeing 737-900ER.

Pesawat dijadwalkan lepas landas pukul 09.10 Wita. Karena ada candaan soal bom, awak kabin berkoordinasi dengan petugas aviation security untuk memastikan ancaman bom. Hasilnya, tak ada bom ditemukan.

"Atas koordinasi yang tepat dan teliti, tidak ditemukan barang bukti berupa bom atau benda lain yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. Pesawat dinyatakan laik terbang (airworthy for flight)," tuturnya.


Penumpang D pun tidak diikutkan dalam penerbangan dan diserahkan ke pihak otoritas keamanan setempat. Pesawat yang sama akhirnya berangkat pada pukul 09.55 Wita dan mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 10.25 WIB.

"Lion Air mengimbau dan menegaskan kepada seluruh pelanggan maupun masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau/ bercanda, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat. Hal ini didasarkan pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), bahwa semua yang terkait informasi bom, baik sungguhan maupun bohong, merupakan tindakan melanggar hukum, akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib," ungkap Danang.
(jbr/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com