Salah satunya adalah Syaharuddin Alrif. Dia menyebut tahu informasi tentang bengkel tambal ban Muallimin yang terbakar lewat media.
"Hati saya tergerak ke sini saat membaca informasinya di media sosial. Korban juga masih satu kampung di Sidrap. Saya berharap semoga korban bisa tabah dan bersabar, semoga penggantinya lebih besar dari kerugian beliau," kata Syaharuddin, Sabtu (28/9/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kakek Muallimin mendapat bantuan. (Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom) |
Syaharuddin, yang merupakan Wakil Ketua DPRD Sulsel, enggan menyebut jumlah bantuan yang diberikannya. Sebelum Syaharuddin, staf Wagub Sulsel Andi Sudirman, Muallim, juga datang memberi bantuan.
Ada juga pihak lain yang memberi bantuan dengan mengirim uang ke rekening anak Kakek Muallimin hingga pengumpulan dana lewat salah satu situs. Muallimin sendiri berharap bengkel tambal bannya bisa segera kembali dibuka.
"Mudah-mudahan bisa kembali buka bengkel kalau ada bantuan dari para dermawan," ujar Muallimin.
Kakek Muallimin mendapat bantuan (Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom) |
Bengkel tambal ban milik Muallimin ini berada di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo. Usaha miliknya terbakar saat massa bentrok dengan polisi sekitar pukul 23.00 Wita, Jumat (27/9).
Barang-barang yang terbakar antara lain motor bak terbuka, dua mesin kompresor, dan barang dagangan, seperti ban, oli, aki, serta aksesori motor. Total kerugian disebutnya mencapai Rp 70 juta.
Simak juga video "Detik-detik Jatuhnya Korban dalam Demo Ricuh di Kendari":
(mna/haf)











































Kakek Muallimin mendapat bantuan. (Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom)
Kakek Muallimin mendapat bantuan (Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom)