Telanjang di Hotel Ubud Bali, Turis Australia Dibawa ke RSJ Bangli

Aditya Mardiastuti - detikNews
Sabtu, 28 Sep 2019 14:35 WIB
Turis Aussie di Bali yang diamankan karena telanjang. (Foto: dok. Satpol PP Gianyar).
Gianyar - Seorang turis asal Australia bikin heboh karena telanjang di kawasan hotel di Banjar Teges, Peliatan, Ubud, Bali. Turis bernama Nyleve Margaret Semken (49) itu pun diamankan Satpol PP Gianyar dan diantar ke RSJ Bangli.

"Tidak merusak, cuma saat kami tangani di lokasi, yang bersangkutan telanjang. Kemarin Jumat (27/9) yang bersangkutan ditemui di Rest Teges, Peliatan, Ubud," kata Kasatpol PP Gianyar I Made Watha saat dimintai konfirmasi, Sabtu (28/9/2019).

Watha mengatakan pihaknya langsung menutupi tubuh turis tersebut. Wanita kelahiran Cairns itu pun lalu dibawa petugas ke RSJ Bangli.


"Kami cepat tutupi badannya untuk menghindari hal-hal yang tidak kami inginkan dengan lingkungan. Sudah saya tangani sama tim terkait, yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Yang bersangkutan sudah kami rujuk ke RSJ Bangli untuk mendapat penanganan," jelasnya.

Watha menyebut bule itu diduga depresi karena kehabisan uang. Langkah pengamanan dilakukan sesuai Perda No 15 Tahun 2015 tentang ketertiban masyarakat.

"Pada umumnya yang kami korek informasi di lapangan ya kehabisan uang. Sesuai Perda No 15 Tahun 2015, barang siapa yang mengganggu ketertiban umum, kami amankan sesuai SOP," ujarnya.

Untuk penanganan Semken, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kedubes Australia. Setelah menjalani perawatan, diharapkan Semken bisa segera dideportasi.

Telanjang di Hotel Ubud Bali, Turis Aussie Dibawa ke RSJ BangliFoto: dok. Satpol PP Gianyar

"Sekarang sudah di Bangli. Nanti, begitu yang bersangkutan sudah pulih normal, sesuai rekomendasi dari rumah sakit, baru kami kembalikan ke dubesnya untuk dideportasi ke negara asalnya Australia," ucap Watha.

Kasus bule berulah di kawasan Ubud atau Gianyar bukan kali ini terjadi. Dari catatan Watha, ada sekitar lima turis mancanegara yang bikin geger karena depresi.

"Sekitar lima orang dari bulan Mei sejak kami bertugas di sini," sebut Watha. (ams/elz)