Ancaman Sanksi Menristek ke Rektor Penggerak Demo Dianggap Tak Layak

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Sabtu, 28 Sep 2019 04:31 WIB
Demo Mahasiswa di Pekalongan (Foto: Robby Bernardi)
Jakarta - Indonesian Democracy Initiative (TIDI) mengkritik Menristekdikti M Nasir yang akan memberikan sanksi terhadap rektor yang menggerakkan mahasiswa untuk demo. TIDI menilai pernyataan itu tak layak dilontarkan di negara demokrasi.

"Ibarat kuliah, Menristekdikti ini layak Drop Out. Kampus secara sejarah adalah laboratorium gerakan moral dan intelektual. Pemerintahan di sebuah negara demokrasi tidak layak punya pernyataan seperti itu," kata Direktur Eksekutif TIDI, Arya Sandhiyudha dalam keterangan tertulis, Jumat (27/9/2019).



Arya menduga Nasir keliru memahami pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, gelombang demonstrasi yang terjadi harus dilihat dari sisi positif.

"Dilihat dalam kacamata positif saja, kalau ini bukti kepada dunia internasional civil society kita masih aktif dan punya ruang berekspresi. Skala demo itu anggap sebagai ekspresi semangat anti korupsi generasi muda. Mereka aset masa depan Indonesia," ujarnya.

"Dilihat dari banyak respons dan tuntutan, isu paling agregat dan nyaris semua elemen demonstran itu bersepakat sepertinya di tolak pengesahan Revisi UU KPK," imbuh Arya.

Selanjutnya
Halaman
1 2