KA Senja Bengawan Hampir 5 Jam Telat Tiba di Solo

KA Senja Bengawan Hampir 5 Jam Telat Tiba di Solo

- detikNews
Senin, 31 Okt 2005 15:46 WIB
Solo - Akibat kerusakan KA Progo di Lemah Abang, Cikarang, Bekasi, dan rintangan jalan lainya, jadwal kedatangan kereta menjadi kacau. KA ekonomi Senja Bengawan jurusan Jakarta - Solo terlambat tiba di Solo dengan selisih waktu hampir lima jam. Kereta tersebut dijadwalkan muncul Stasiun Purwosari, Solo, pukul 07.30 WIB namun kenyataanya baru tiba pukul 12.20 WIB.Informasi yang diberikan pihak stasiun menyebutkan sejumlah kendala menyertai perjalanan kereta api pada H-3 lebaran, Senin (31/10/2005) ini. Selain ada kemacetan jalur KA akibat kerusakan KA Progo di Lemah Abang, KA Senja Bengawan sendiri juga mengalami masalah sehingga harus parkir di Purwokerto selama satu jam untuk diperbaiki."Ada sejumlah rinja (rintangan perjalanan -red). Biasanya keterlambatan kelas ekonomi di hari-hari yang lalu hanya sekitar 1 jam, tetapi hari ini bisa mencapai lima jam. Padahal di hari-hari seperti sekarang jumlah penumpang KA ekonomi semakin banyak," ujar Sugiyanto, Kepala Stasiun Purwosari, Solo.Dijelaskannya, semenjak H-6 jumlah penumpang KA kelas ekonomi mulai mengalami peningkatan tajam. KA kelas ekonomi yang beroperasi mengangkut pemudik yang melewati stasiun tersebut adalah KA Senja Bengawan, KA Gaya Baru, KA Matarmaja, KA Kahuripan, KA Logawa, KA Sri Tanjung dan 14 rangkain KA tambahan angkutan lebaran.Penumpang Bus TurunSementara itu, pantuan arus mudik di Terminal Tirtonadi, Solo, menunjukkan tren yang semakin meningkat dari hari-hari sebelumnya. Dari catatan yang dimiliki terminal, angka bus yang masuk meningkat dibanding tahun sebelumnya, namun jumlah penumpangnya mengalami penurunan jumlah.Catatan di Tirtonadi menyebutkan puncak kedatangan pemudik terjadi antara pukul 01.00 hingga 03.00 WIB tadi. Pada H-4 kemarin, jumlah bus yang masuk di terminal terbesar di Jawa Tengah itu sebanyak 4.158 unit dengan 82.717 penumpang. Sedangkan jumlah bus ekstra lebaran yang sudah masuk pada H-4 sejumlah 527 unit dengan membawa 12.747 penumpang."H-4 tahun 2004 bus yang masuk hanya 3.794 unit, artinya tahun ini ada peningkatan sekitar 9,59%. Tetapi untuk jumlah penumpang yang datang mengalami penurunan sekitar 11,21%. Jika tahun ini yang datang 82.717 penumpang, tahun lalu pada H-4 mencapai 93.159 orang," papar Kepala UPTD Terminal Tirtonadi, Bambang Tukowibowo."Penurunan jumlah pemudik ini mungkin karena pengaruh kenaikan harga BBM sehingga biaya mudik dirasakan menjadi sangat tinggi. Kemungkinan mereka beralih mudik dengan menggunakan sepeda motor karena biayanya lebih murah," lanjut Bambang. (nrl/)


Berita Terkait