Ketua DPR: Kasus Poso Bentuk Kegagalan Kepolisian & Intelijen

Ketua DPR: Kasus Poso Bentuk Kegagalan Kepolisian & Intelijen

- detikNews
Senin, 31 Okt 2005 15:07 WIB
Jakarta - Aksi biadab pemenggalan kepala tiga siswi SMA di Poso, Sulawesi Tengah, menyeruakkan keprihatinan semua kalangan. Pihak Polri dan intelijen dituding sebagai pihak yang tidak mampu menciptakan rasa aman di daerah rawan konflik tersebut.Demikian disampaikan oleh Ketua DPR RI Agung Laksono kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (31/10/2005).Menurutnya, terjadinya aksi bar-bar itu sebagai akibat lemahnya kerja intelijen dan kurang profesionalnya aparat kepolisian."Saya kira ini kegagalan yang paling mencolok, karena terjadi justru di bulan puasa. Harusnya aparat lebih siap karena ini daerah rawan konflik," ujar Agung.Agung pun mengutuk keras tindakan tersebut karena akan memicu keadaan yang lebih buruk. Oleh sebab itu dirinya berharap masalah ini tidak dikaitkan dengan persoalan agama. Untuk itu dirinya berharap aparat kepolisian segera menangkap dan membongkar jaringan para perusuh ini agar tidak terjadi di tempat lain."Mestinya polisi bisa memetakan dan memasuki kelompok-kelompok yang rawan konflik, bahkan orang ketiga yang akan menimbulkan konflik. Masyarakat jangan terpancing emosinya," kata Agung.Semua pihak diharapkan mampu menahan diri dan memberikan kesempatan kepada aparat kepolisian untuk tetap menuntaskan kasus ini. Dirinya juga meminta agar masalah ini tidak dianggap remeh, karena aksi bar-bar tersebut merupakan aksi yang direncanakan, terbukti dengan pembuangan kepala korban di tempat berbeda.Ketika disinggung soal kemungkinan keterlibatan aparat dalam aksi tersebut, Agung justru tidak yakin, karena aksi tersebut sangat tidak bermoral. "Kalau permainan aparat, ini sungguh tidak bermoral," tandasnya. (san/)


Berita Terkait