Cina Tingkatkan Pengawasan terhadap Flu Burung
Senin, 31 Okt 2005 14:58 WIB
Jakarta - Pemerintah Cina meningkatkan pengawasan pada pasar-pasar unggas serta pada burung-burung yang bermigrasi menyusul timbulnya kasus flu burung di negeri Tirai Bambu itu.Para staf medis juga tengah dilatih untuk menangani wabah flu burung. Rumah sakit pun diperintahkan untuk memasok alat-alat darurat seperti disinfektan. Demikian diberitakan koran resmi berbahasa Inggris, China Daily seperti dilansir Reuters, Senin (31/10/2005). Tiga daerah yang terjangkit flu burung di Provinsi Hunan dan Anhui serta wilayah Inner Mongolia masih tetap dinyatakan tertutup bagi pendatang. Pekan lalu otoritas Cina melaporkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO mengenai kematian seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang menderita pneumonia setelah makan ayam yang sakit.WHO tengah mendesak pemerintah Cina untuk memberikan informasi lebih detail mengenai anak tersebut serta adiknya yang berusia 9 tahun, yang juga mengalami pneumonia dan kini dalam kondisi stabil di rumah sakit. Belum jelas apakah keduanya telah terinfeksi virus flu burung. "Dari informasi yang kami punya, kami tidak punya detail yang memungkinkan kami untuk membantah atau mengkonfirmasi kaitan kasus ini dengan avian influenza," ujar juru bicara WHO yang berbasis di Beijing, Aphaluck Bhatiasevi.
(ita/)











































