Batal Pimpin Doa di Sidang MPR, Sara Djojo Pertanyakan Sikap Pimpinan MPR

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 27 Sep 2019 12:32 WIB
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Anggota Fraksi Partai Gerindra MPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo memprotes lantaran tak ada mata acara pembacaan doa yang biasanya ada dalam sidang MPR. Anggota F-Gerindra MPR pun disebut melakukan walkout sebelum sidang selesai.

Sidang paripurna akhir masa jabatan MPR periode 2014-2019 digelar di ruang rapat paripurna I, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9/2019). Ketua MPR Zulkifli Hasan membacakan tata tertib baru pimpinan MPR, rekomendasi MPR untuk periode selanjutnya, serta kinerja MPR masa jabatan 2014-2019.

Sebelum sidang ditutup, dalam sidang MPR biasanya selalu ada acara pembacaan doa yang dibacakan anggota MPR. Namun, dalam sidang kali ini, Zulkifli membacakan sendiri doa tersebut dengan alasan untuk menyingkat waktu.




"Saudara-saudara, untuk menyingkat waktu, saya akan membacakan doa singkat," ujar Zulkifli mengawali pembacaan doa.

"Ya Allah Ya Rabb berilah kekuatan, keselamatan, keberkahan, kemakmuran bagi bangsa dan negara kami. Kuatkanlah persaudaraan kami, kuatkanlah persaudaran kebangsaan kami, kuatkanlah persatuan kami, Ya Allah," tutur Zul.

Dalam teks pidato Ketua MPR yang diterima, tertulis bahwa yang seharusnya membacakan doa adalah anggota MPR dari Fraksi Partai Gerindra. Rahayu Saraswati atau yang akrab disapa Sara mengaku awalnya dirinyalah yang diminta membacakan doa dalam sidang akhir masa jabatan MPR.

"Kemarin saya mendapatkan kabar oleh pimpinan Fraksi MPR Partai Gerindra bahwa saya diberikan tugas untuk membacakan doa di sidang dan forum lembaga tertinggi negara hari ini. Jujur, saya kaget dan sangat gugup sampai badan gemetaran karena tekanan yang luar biasa, menyadari bahwa ini artinya akan adanya perempuan pertama dan nonmuslim pertama yang akan membacakan doa di sidang terhormat ini," ujar Sara.

Selanjutnya
Halaman
1 2