Calo Tiket Gentayangan di Gambir
Senin, 31 Okt 2005 14:50 WIB
Jakarta - Bak jamur, calo tiket sulit sekali dibasmi. Memasuki H-3 Lebaran, calo tiket masih gencar berkeliaran mencari mangsa di Stasiun Kereta Api (KA) Gambir."Tiketnya mas, tiketnya mas," kata salah seorang calo dengan suara setengah berbisik yang tengah beroperasi di pintu masuk Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (31/10/2005).Setelah mendapatkan mangsa alias pembeli, sang calo pun menggiring pembelinya ke luar stasiun untuk melakukan transaksi dan menghindari razia aparat kepolisian dengan pihak PT KA.Agus, salah satu calo, mengaku menjajakan tiket KA berbagai jurusan. Dia mematok harga hingga dua kali lipat dari harga tiket resmi.Tiket KA yang dijualnya antara lain KA Sembrani tujuan Surabaya yang dijual dengan harga Rp 375 ribu, padahal harga resminya Rp 300 ribu. KA Anggrek tujuan Surabaya dijual Rp 410 ribu dari harga resmi Rp 350 ribu.Selain itu, KA Argo Lawu tujuan Solo dijual Rp 380 ribu dari harga resmi Rp 330 ribu. Cirebon eksekutif dijual Rp 120 ribu dengan harga resmi Rp 60 ribu, dan Bandung eksekuif dijual Rp 110 harga dengan harga asli Rp 60 ribu.Meski harga membumbung tinggi, salah seorang penumpang, yakni Ibu Rosmiati, terpaksa membeli tiket mudik Lebaran dari tangan seorang calo."Saya membeli tiket KA eksekutif Argo Lawu tujuan Solo dari calo Rp 420 ribu, padahal harga resminya cuma Rp 330 ribu. Saya terpaksa beli karena kehabisan tiket," keluh Rosmiati.Calo DicidukPT KA mengaku telah mengintensifkan penangkapan terhadap calo tiket. Beberapa calo pun telah ditangkap."Tidak ada lagi calo di Stasiun Gambir. Aparat kita telah mengintensifkan penangkapan kepada calo. Beberapa calo telah ditangkap," kata Kepala Humas Daops I Jakarta Akhmad Sujadi.Namun demikian, Sujadi tidak membeberkan jumlah calo yang dijaringnya. "Pokoknya adalah yang ditangkap," ujar Sujadi.
(aan/)











































