Di Sidang MPR, Zulkifli Hasan Sampaikan Dukacita 2 Mahasiswa Meninggal

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 27 Sep 2019 10:48 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan (Foto: Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan dukacita atas meninggalnya 2 mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari dalam aksi demonstrasi. Dia turut berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menerima aspirasi dari mahasiswa yang berdemo beberapa waktu terakhir ini.

"Izinkan kita semua pimpinan dan anggota MPR menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya adik-adik mahasiswa. Yang pertama, Yusuf Kardawi, 19 tahun, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo Kendari. Yang kedua Himawan Randi, 21 tahun, juga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo Kendari," ujar Zulkifli saat membuka sidang paripurna akhir masa jabatan MPR 2014-2019 di ruang rapat paripurna I, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

"Kita berdukacita, bangsa ini berduka cita. Tentu kita berharap tidak ada lagi terjadi yang lain. Kita tentu mengapresiasi adik-adik mahasiswa, adik-adik pelajar yang menyampaikan aspirasinya, tapi kita juga minta tidak anarkis. Dan kita percaya, kita meyakini pemerintah Pak Presidan, Pak Jokowi, dan DPR akan merespons secara positif apa yang disampaikan adik-adik kita itu," imbuhnya.

Zulkifli pun prihatin dengan banyaknya petugas kepolisian yang cedera saat mengamankan aksi. Ketua Umum PAN itu juga menceritakan pertemuannya dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang menyatakan akan menunda semua RUU yang bermasalah.




"Bahkan saya juga berkomunikasi dengan Pak Ketua DPR. Ketua DPR menyampaikan akan juga menghentikan seluruh UU yang disahkan di akhir ini tidak ada lagi. Hanya untuk merespons apa yang disampaikan para adik-adik pelajar dan mahasiswa. Sudah ada empat (RUU) yang ditunda, tapi Pak Bambang mengatakan untuk yang lainnya akan disahkan pada periode yang akan datang," ucap Zulkifli.

Selain itu, Zulkifli juga menyinggung soal 2 tokoh yang telah meninggal dunia beberapa waktu terakhir yaitu istri Presiden ke-7 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ani Yudhoyono dan Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Ia mengajak semua anggota MPR yang hadir untuk mendoakan keduanya.

"Berpulangnya kedua beliau merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Untuk itu marilah kita sejenak berdoa menurut agama dan keyakinn kita masing-masing agar kedua putra-putri terbaik bangsa diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, serta mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Berdoa dimulai," tutupnya.

(azr/dhn)