Panglima TNI soal Kogabwilhan: Siaga Tangani Ancaman Nasional

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 27 Sep 2019 10:37 WIB
Foto: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meresmikan tiga Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Foto: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meresmikan tiga Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan tujuan pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) di Indonesia. Pembentukan Kogabwilhan bertujuan untuk mengantisipasi ancaman yang mengganggu negara.

"Pertama, kita ketahui bersama bahwa perkembangan lingkungan strategis saat ini semakin kompleks dan eskalatif di berbagai belahan dunia serta menghadirkan berbagai bentuk ancaman terhadap kepentingan nasional, baik ancaman militer, maupun ancaman nonmiliter. Kehadiran ancaman tersebut perlu diantisipasi dan dicermati dalam menyusun pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI di masa mendatang sehingga dapat bersifat adaptif," kata Hadi dalam amanatnya saat peresmian Kogabwilhan, di Skuadron 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (27/9/2019).



Hadi mengatakan pembentukan Kogabwilhan ini juga untuk mencapai kesiapsiagaan penangan krisis nasional. Menurutnya, Kogabwilhan ini sudah sesuai aspek geografis Indonesia.

"Kedua, dalam rangka mengantisipasi terjadinya ancaman yang dapat mengganggu kepentingan nasional, maka pembentukan Kogabwilhan secara prinsip diarahkan untuk mencapai kesiapsiagaan dalam penanganan krisis di wilayah Indonesia dengan membagi teritorial Indonesia ke dalam 3 Kogabwilhan TNI," jelas Hadi.



Hadi menyebut pembentukan Kogabwilhan TNI ini telah memperhatikan dari segala aspek. Kogabwilhan TNI juga akan berperan sesuai dengan fungsi TNI.

Selain itu, Hadi mengatakan pembentukan Kogabwilhan juga memiliki fungsi di masyarakat. Dia juga berharap Kogabwilhan bisa meningkatkan ekonomi di wilayah sekitarnya.

"Pembentukan Kogabwilhan juga memiliki fungsi timbal balik terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Di satu sisi keberadaan dan operasional TNI sangat membutuhkan daya dukung wilayah. Di sisi lain, keberadaan TNI juga diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dan kawasan di sekitarnya," ucap Hadi.



Keberadaan mereka, kata Hadi, juga diselaraskan dengan program pembangunan pemerintah, yaitu melindungi seluruh wilayah Indonesia. "Keberadaan Kogabwilhan tentu telah diselaraskan dengan program pembangunan Pemerintah. Pemerintah mencanangkan 35 Wilayah Pengembangan Strategis, membangun dari pinggiran serta menghadirkan negara untuk melindungi seluruh warga negara di seluruh wilayah NKRI," katanya.

Terakhir, Hadi meminta agar mereka bisa meningkatkan kemampuan prajuritnya. Hadi juga berharap para prajurit Kogabwilhan mampu menghadapi permasalahan di wilayahnya.


(zap/gbr)