SLT Matikan Kemandirian Rakyat

SLT Matikan Kemandirian Rakyat

- detikNews
Senin, 31 Okt 2005 14:23 WIB
Jakarta - Meski sudah sebulan berjalan, kebijakan menaikkan harga BBM masih terus menuai kritik, terutama soal Subsidi Langsung Tunai (SLT). SLT dianggap memiliki dampak negatif karena membuat rakyat tergantung kepada pemerintah dan mematikan kemandiriannya."Ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan memberi SLT sebesar Rp 300 per tiga bulan. Pemerintah seharusnya menyediakan lapangan pekerjaan, bukan mendidik rakyat menjadi pengemis," kata Sekjen 98 Center Adian Napitupulu dalam jumpa pers di Posko Selamatkan Rakyat Indonesia, Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (31/10/2005).Adian menambahkan, setelah Lebaran, Natal dan Tahun Baru, dampak kenaikan harga BBM akan kembali terasa. Kenaikan harga akan menyulitkan pengusaha kecil dan menengah yang kemudian melahirkan PHK besar-besaran.Selain itu, permasalahan ekonomi yang sudah di depan mata ini tidak bisa diselesaikan dengan reshuffle kabinet. Reshuffle, menurutnya, hanya menjadikan para menteri sebagai kambing hitam dari kebijakan SBY-JK.Dalam sebuah kabinet presidensil, SBY-JK harus bertanggung jawab langsung atas kesalahan yang dibuat oleh menteri-menterinya. "Kami menantang semua yang menuntut reshuffle untuk adu argumen dengan kami. Tuntutan reshuffle itu tidak logis," tandasnya.Untuk menggairahkan kembali perekonomian, Adian menuturkan, pihaknya menyampaikan sikap yang meminta agar pemerintah menurunkan harga BBM, harga kebutuhan pokok, tolak reshuffle kabinet, dan turunkan SBY-JK. (umi/)


Berita Terkait