Permintaan Rehabilitasi Setelah Ambulans Dituduh Bawa 'Amunisi'

Round-Up

Permintaan Rehabilitasi Setelah Ambulans Dituduh Bawa 'Amunisi'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Sep 2019 07:50 WIB
5 ambulans yang sempat diamankan Polda Metro Jaya pascademo di DPR. (Foto: Rifkianto Nugroho)
5 ambulans yang sempat diamankan Polda Metro Jaya pascademo di DPR. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Lima ambulans milik PMI tak terbukti membawa 'amunisi' saat demo rusuh di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan meminta agar nama PMI direhabilitasi.

Ketua PMI Pusat Bidang Relawan Muhammad Muas menjelaskan kronologi soal ambulansnya yang sempat dituding membawa batu saat demo rusuh di Slipi, Jakarta Barat. Kelima ambulans itu pada Rabu (25/9) malam diangkut dari lokasi demo ke Polda Metro Jaya.

Muas menegaskan ambulansnya di lokasi hanya membantu menangani korban luka. "Polisi beranggapan ambulans itu membawa batu, logistik bagi demonstran. Nah, dibawa semua mobil langsung digiring ke PMJ. Sampai di PMJ kawan-kawan tidak bisa berbuat apa-apa selain diinterogasi dan diperiksa. Mereka menjelaskan tidak melakukan sesuatu yang bertentangan," katanya di kantor pusat PMI, Kamis (26/9/2019).



Polisi sudah buka suara terkait kasus ambulans PMI ini. Polisi mengakui ada kesalahpahaman di lapangan saat menemukan kardus yang berada did alam ambulans PMI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut bahwa awalnya anggota Brimob mengamankan perusuh demo yang melempari polisi dengan batu. Perusuh itu kemudian berlari dan bersembunyi di dalam mobil ambulans milik PMI.

"Perusuh itupun membawa batu, dia itu mencari perlindungan masuk ke mobil PMI dia bawa batu, ada juga kembang api juga. Jadi dia masuk ke mobil dengan batu, jadi dia bawa dus ini," jelas Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta.

"Jadi anggapan anggota Brimob di sana, diduga dia (perusuh) berangkat bawa mobil itu yang digunakan oleh perusuh, tapi bukan," ujarnya.



Selanjutnya
Halaman
1 2 3