Sutiyoso Sentil Fasilitas Mudik di Terminal Kampung Rambutan

Sutiyoso Sentil Fasilitas Mudik di Terminal Kampung Rambutan

- detikNews
Senin, 31 Okt 2005 13:37 WIB
Jakarta - Gersang. Itulah kesan Gubernur DKI Sutiyoso saat menginjakkan kaki ke Terminal Kampung Rambutan. Fasilitas bagi pemudik pun dikritiknya.Program penghijauan tampaknya tidak diterapkan di dalam terminal yang berlokasi di kawasan Jakarta Timur itu. Pohon-pohon yang rimbun tidak tampak berjejer di tanam. Alhasil, udara panas pun terasa menyengat tubuh."Ini kok tempatnya gersang. Kalau bisa nanti jangan seperti ini, gersang sekali. Kalau bisa bekerja sama dengan Dinas Kehutanan," kata Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.Kritik ini dilontarkan Sutiyoso kepada Kepala Terminal Kampung Rambutan Kholil Effendi saat melakukan sidak di terminal yang selalu padat itu Senin (31/10/2005).Tidak hanya penghijauan terminal yang jadi korban. Pria yang kerap dipanggil Bang Yos ini pun mengeluhkan minimnya fasilitas bagi pemumpang."Kalau bisa nanti dibuat toilet di tiap sudut lokasi penumpang yang menunggu bus dan juga tempat duduk para sopir, termasuk rumah makan yang murah meriah,' ujar Sutiyoso.Untuk itu, Sutiyoso pun meminta Kholil membuat masterplan sebuah terminal. "Coba dibuat masterplan terminal yang bagus seperti apa, kan ada pompa bensinnya, tempat istirahat, supermarket, dan mushola," urai Sutiyoso.Kok Sepi?Dalam kunjungannya, Sutiyoso pun meninjau bus-bus pemberangkatan mudik Lebaran. "Kok penumpangnya sepi?" tanya Sutiyoso."Puncaknya nanti Pak, H-1. Penumpang memang mengalami penurunan, mungkin mereka naik motor dan mobil cateran," jawab Kholil."Ada data penumpang mudik Lebaran 2004?" tanya Sutiyoso lagi. "Belum disiapkan Pak," jawab Kholil.Menurut Kholil, jumlah bus yang akan berangkat dari Kampung Rambutan hari ini sebanyak 661 bus dengan penumpang 11 ribu.Pemudik di Kampung Rambutan terlihat antusias menyambut kedatangan Sutiyoso. Mereka bersalaman dan terlihat mengangguk-anggukan kepala saat diberi wejangan oleh eks Pangdam Jaya ini. (aan/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini