Hingga Tutup Usia, Para Profesor Begawan Hukum Ini Tak Lihat RUU KUHP Disahkan

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 17:59 WIB
Demo mahasiswa tolak RUU KUHP. (Rico/detikcom)
Demo mahasiswa tolak RUU KUHP. (Rico/detikcom)
Jakarta - Puluhan begawan hukum ikut merumuskan RUU KUHP dengan menggali nilai-nilai keindonesiaan. Hal itu bertujuan menggantikan KUHP peninggalan penjajah Belanda yang telah berlaku sejak 1915.

Dari puluhan begawan hukum itu, ada yang masih hidup ada pula yang sudah tutup usia. Sebab, pembahasan RUU ini mulai didengungkan sejak 1950-an. Salah satu yang telah tutup usia adalah begawan hukum pidana Universitas Indonesia (UI) Prof Loebby Loqman.

Prof Loebby lahir pada 10 Oktober 1935 dan meninggal dunia pada 24 Februari 2010, pukul 05.00 WIB. Jenazahnya dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.


Selain Prof Loebby, para begawan hukum di Indonesia terlibat merumuskan RUU KUHP, namun tidak bisa menikmati hasilnya hingga mereka tutup usia. Seperti mantan Menteri Kehakiman ke-9, Prof Moeljanto.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3