Bedah RUU KUHP

Karena 'Unggas Jalan-jalan', Antar Tetangga di Kudus Saling Cekik

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 14:47 WIB
ilustrasi (dok.detikcom)
ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Pasal 'Unggas Jalan-jalan' di RUU KUHP menjadi viral karena dinilai terlalu remeh untuk diurus negara. Padahal dalam KUHP yang berlaku saat ini, pasal itu masih ada dan diterapkan oleh hakim di banyak kasus.

Salah satunya terjadi di Desa Rendeng, Kudus, Jawa Tengah. Pemilik hewan peliharaan, Sukirman dan Biyanto membiarkan peliharannya masuk ke pekarangan tetangga pada Juni 2010.

Akibatnya, Sukirman-Biyanto dan tetangganya terlibat cekcok. Sukirman-Biyanto emosi dan membekap mulut dan mencekik leher tetangganya.

Warga yang mengetahui kemudian melerainya. Kasus itu akhirnya dilaporkan ke Polres Kudus pada 7 Juni 2010. Beruntung, terdapat Pasal 549 ayat 1 untuk mengadili sengketa tersebut. Pasal itu berbunyi:

Barangsiapa tanpa wewenang membiarkan ternaknya berjalan di kebun, di padang rumput, atau di ladang rumput atau di padang rumput kering, baik di tanah yang telah ditaburi, ditugali atau ditanami ataupun yang sudah siap untuk ditaburi, ditugali atau ditanami atau yang hasilnya belum diambil, ataupun di tanah kepunyaan orang lain, yang oleh yang berhak dilarang dimasuki dan sudah diberi tanda larangan yangjelas bagi pelanggar, diancam dengan pidana denda paling banyak tiga ratus tujuh puluh lima rupiah (dikonfersi dengan kurs hari ini Rp 375 ribu).
Selanjutnya
Halaman
1 2