Kapolri soal Demo Ricuh di DPR: Mirip 21 Mei, Ada Massa Bayaran

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 13:42 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Jefrie/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan soal demonstrasi yang berujung ricuh di sekitar gedung DPR. Tito menyebut kericuhan ini mirip dengan kerusuhan pada 21-23 Mei 2019.

"Ini mirip dengan pola kerusuhan 21-23 Mei dimulai sore hari dan berlangsung sampai malam hari dan ini kita lihat cukup sistematis, artinya ada pihak-pihak yang mengatur ini," kata Tito di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019).



Dia mengatakan polisi sudah mengamankan lebih dari 200 orang yang diduga terlibat kericuhan dan mendapat bayaran saat demonstrasi di sekitar DPR. Menurut Tito, ada molotov yang diamankan dari mereka yang ditangkap.

"Molotov bukan mahasiswa yang ditangkap juga sebagian di antaranya bukan mahasiswa, bukan pelajar, mereka masyarakat umum yang ketika ditanya juga mereka nggak paham tentang RUU apa, RUU apa, bahkan ada yang mendapat bayaran," tuturnya.



Menurut Tito, para perusuh ini memanfaatkan aksi mahasiswa yang awalnya menyampaikan aspirasi dengan tertib untuk membuat kericuhan. Para perusuh ini, disebut Tito, memiliki agenda tersendiri yang berbeda dengan aksi mahasiswa.

"Kita melihat ada indikasi kelompok yang melakukan aksi ini yang semula murni dari adik-adik mahasiswa ada pihak yang memanfaatkan mengambil momentum ini untuk agenda sendiri, untuk agenda-agenda politik yang disebutkan Menko Polhukam dengan tujuan politis untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah secara konstitusional sehingga kita lihat seperti di Jakarta tidak tepat sudah caranya adanya penggunaan bom molotov, ada pembakaran pos polisi," ucapnya.


Sanksi Ancam Rektor dan Dosen yang Gerakkan Mahasiswa Demo!:

[Gambas:Video 20detik]



(haf/fjp)