Korban Pembiusan Terkapar di Kp Rambutan, Duitnya Diembat

Korban Pembiusan Terkapar di Kp Rambutan, Duitnya Diembat

- detikNews
Senin, 31 Okt 2005 11:52 WIB
Jakarta - Naas benar nasib Irawan (35). Niatnya berlebaran ke Bandung gagal total gara-gara dibius pria yang baru dikenalnya di bus. Uangnya sebesar Rp 800 ribu pun diembat.Irawan yang masih terlihat linglung mengaku baru dari Palembang. Lelaki berperawakan sedang itu berniat ke Bandung. Sebelum menuju ke Terminal Kampung Rambutan, Irawan singgah di Tanah Abang dan menumpang bus Patas 17 milik PO Mayasari Bhakti.Saat di perjalanan, laki-laki yang mengenakan jaket kuning tersebut ditawari minuman Cola-cola oleh seorang pria yang duduk di sebelahnya.Irawan yang rupanya tidak berpuasa menyambut hangat tawaran tersebut. Minuman kaleng itu pun tandas diminumnya. Sayangnya, bukan kesegaran yang dirasakan Irawan. Ia malah merasakan tubuhnya langsung lemas dan tidak bertenaga. Saat Irawan setengah sadar, lelaki misterius yang duduk di sebelahnya langsung menguras isi dompetnya. Uang Rp 800 ribu pun melayang. Irawan hanya disisakan KTP sebagai identitas dirinya.Tidak ada penumpang lain yang mengetahui nasib sial yang menimpanya, Senin (31/10/2005) siang ini. Nasib Irawan baru diketahui setelah awak bus curiga karena ia tidak turun-turun dari bus di Terminal Kampung Rambutan. Padahal penumpang lain sudah meninggalkan bus sejak lama.Selidik punya selidik barulah awak bus itu mengetahui kondisi Irawan. Dengan mata merah dan setengah sadar, Irawan langsung dilarikan ke Posko Kesehatan Terminal Kampung Rambutan.Dengan linglung Irawan berusaha menjawab pertanyaan petugas dan wartawan sebisanya. Untuk memulihkan kondisinya, petugas mengirim Irawan ke RSUD Pasar Rebo. Laki-laki yang tingginya sekitar 165 cm itu dilarikan ke rumah sakit dengan sebuah ambulans. Ia juga mendapat alat bantu pernafasan.Kejadian yang menimpa Irawan ini bukan pertama kalinya. Sehari sebelumnya, seorang ibu juga dilarikan ke Posko Kesehatan Terminal Kampung Rambutan akibat pembiusan oleh orang tidak dikenal.Menurut salah satu petugas di posko tersebut, Bondan Ricky, biasanya pembiusan dilakukan di luar terminal. Jadi ketika tiba di terminal, posko langsung menampungnya. "Minuman yang biasa digunakan para pembius Coca-cola dan minuman kotak," katanya.Untuk menghindari kejadian serupa, di Terminal Kampung Rambutan, petugas tidak henti-hentinya memperingatkan pemudik lewat alat pengeras suara agar tidak menerima makanan atau minuman yang ditawarkan orang yang tidak dikenalnya. (umi/)


Berita Terkait