Kasus Suap Impor Ikan, KPK Cegah 2 Orang ke Luar Negeri

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 09:06 WIB
Foto: Juru bicara KPK Febri Diansyah. (Aditya-detikcom)
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap 2 orang terkait kasus dugaan suap impor ikan. Kedua merupakan pihak swasta.

"KPK telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi untuk melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap 2 orang," kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan, Kamis (26/9/2019).

Kedua orang tersebut yakni Desmon Previn selaku Advisor K-Value Managing Partner Cana Asia Limited dan Richard Alexander Anthony. Keduanya dicegah ke luar negeri selama 6 bulan ke depan.



"Pelarangan ke luar negeri dilakukan selama 6 bulan ke depan terhitung sejak 25 September 2019," ujarnya.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan dua tersangka, yakni Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda dan pihak sebagai pemberi suap Direktur PT Navy Arsa Sejahtera (NAS) Mujib Mustofa.

Perusahaan itu disebut sebagai importir ikan yang masuk daftar hitam sejak 2009. Namun Mujib memutar otak dengan mendekati Risyanto. Terjadilah kesepakatan jahat di antara keduanya.


"Saat itu disepakati bahwa MMU (Mujib Mustofa) akan mendapatkan kuota impor ikan sebanyak 250 ton dari kuota impor Perum Perindo," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di KPK, Selasa (24/9).

"Setelah 250 ton ikan berhasil diimpor oleh PT NAS, kemudian ikan-ikan tersebut berada di karantina dan disimpan di cold storage milik Perum Perindo. Berdasarkan keterangan MMU, hal ini dilakukan untuk mengelabui otoritas yang berwenang agar seolah-olah yang melakukan impor adalah Perum Perindo," imbuhnya. (ibh/aan)