Kapolri Sudah Punya Data Pelaku Pembunuhan Keji di Poso

Kapolri Sudah Punya Data Pelaku Pembunuhan Keji di Poso

- detikNews
Senin, 31 Okt 2005 11:26 WIB
Jakarta - Warga Poso terus diuji kesabarannya. Untuk kesekian kalinya, warga Poso menjadi korban kekerasan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dari teror bom, pembunuhan misterius sampai peristiwa terakhir, pembunuhan keji terhadap tiga siswi SMA yang tewas ditebas kepalanya.Menghadapi kekerasan yang terus berlanjut di Poso, Kapolri Jenderal Pol Sutanto turun tangan langsung. Bersama dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat Poso, Kapolri mengajak warga agar tetap tenang dan menyerahkan ke kepolisian untuk mengungkap kasus ini.Banyaknya kasus kekerasan yang terjadi di Poso tak berhasil terungkap, lanjut Kapolri, disebabkan ketertutupan masyarakat. Untuk itu, Kapolri saat bertemu dengan tokoh agama dan masyarakat di Poso meminta kerja samanya."Saya berharap kepada mereka yang mengetahui aksi-aksi dapat memberikan informasi kepada petugas. Sebab apa pun yang dilakukan polisi, jika tidak didukung masyarakat, akan berjalan lambat, " kata Sutanto.Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Makbul Padmanegara mengatakan hasil penyelidikan sementara pelaku kekerasan ini orang luar Poso. "Pelaku diduga orang luar. Kalau orang dalam pasti sudah tertangkap," kata Makbul saat dicegat wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoram,. Jakarta Selatan, Senin (31/10/2005).Meski menolak menjelaskan secara detail pelaku pembunuhan keji tersebut, Makbul mengatakan bahwa Kapolri sudah mempunyai data mengenai pelakunya. "Kapolri sudah ada data-datanya. Tapi data tersebut informasi intelijen, jadi belum bisa dipublikasikan. Yang jelas mereka ini diduga ingin mengacaukan situasi keamanan di Poso," tambah Makbul.Peristiwa yang mengguncang Poso ini terjadi pada Sabtu (29/10/2005). Tiga siswi SMA tewas seketika ditebas orang tak dikenal. Mereka adalah Ida Yarni Sambue (15), Theresia Morangke (15), dan Alfita Poliwo (19). Sementara satu siswi yang terluka parah adalah Noviana Malewa (15). Pelaku menggunakan pakaian dan cadar serba hitam. Hingga kini polisi belum menemukan pelakunya. (jon/)


Berita Terkait