Pemimpin Dunia Kutuk Serangan Bom di New Delhi
Senin, 31 Okt 2005 11:05 WIB
Jakarta - Para pemimpin dunia mengutuk serangan bom di New Delhi, India yang menewaskan sedikitnya 61 orang. Pengeboman itu disebut sebagai aksi teroris yang barbar, kejam dan pengecut."Upaya para teroris untuk mengubah kedamaian bersama dan kemanusiaan dengan ketakutan dan horor tidak akan berhasil. Kita tidak akan mundur dalam perang melawan terorisme," tukas Kanselir Jerman Gerhard Schroeder dalam surat dukacitanya kepada Perdana Menteri (PM) India Manmohan Singh.Kecaman keras juga datang dari pemerintah Pakistan. "Serangan di daerah pasar yang ramai itu merupakan tindakan kriminal terorisme," cetus Kementerian Luar Negeri Pakistan. "Rakyat dan pemerintah Pakistan terkejut akan tindakan barbar ini dan menyatakan simpati mendalam untuk keluarga para korban," imbuh kementerian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (31/10/2005).Pemerintah Amerika Serikat juga mengutuk keras serangan teroris ini. Ledakan bom ini disebut sebagai "alat pengingat bahwa teror tidak mengenal batas". Kecaman dan ucapan belasungkawa juga para pemimpin dunia lainnya, termasuk Sekjen PBB Kofi Annan, Presiden Rusia Vladimir Putin, para pemimpin Eropa dan lainnya.Kondisi siaga tertinggi diberlakukan di ibukota New Delhi menyusul tiga ledakan bom pada Sabtu (29/10/2005) itu di dua lokasi pasar dan satu bom di dalam bus. Aparat melancarkan operasi pencarian besar-besaran untuk menangkap para pelaku.Kelompok yang kurang dikenal, Inquilab (Revolusi) mengklaim bertanggung jawab atas insiden berdarah itu. Menurut kepolisian, kelompok tersebut memiliki kaitan dengan gerilyawan muslim garis keras yang beroperasi di Kashmir, wilayah Himalaya yang dipersengketakan India dan Pakistan.
(ita/)











































