Saut KPK Tepis Mobilisasi Mahasiswa: Emang Saya Suruh Bikin Poster Skincare?

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 25 Sep 2019 19:25 WIB
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kembali menepis isu liar yang menyebutkan KPK memobilisasi aksi mahasiswa besar-besaran. Saut menyebut KPK lebih berfokus pada tugasnya memberantas korupsi.

"Ya nggak bener, dong. Emang ada omongan saya, 'Eh kamu pergi sana, ini duitnya'? Ada omongan begitu? Wah, aneh itu kalau ada itu," kata Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

Bahkan Saut menyoroti pula soal isu bila poster-poster unik bikinan mahasiswa saat demo adalah sebagai pengalihan propaganda. Bagi Saut, aksi mahasiswa dengan poster unik itu adalah cara para mahasiswa berdemo.


"'Sana bikin reklame skincare segala macem supaya kelihatan bukan propaganda Saut Situmorang'? Nggaklah. Biarin saja mereka sendiri begitu. Naturally biarkan saja karena memang kita bicara membangun Indonesia yang baik, adil di mana orang punya persepsi dan sikap masing-masing," imbuh Saut.

Dalam aksi para mahasiswa yang berlangsung pada Selasa, 24 September kemarin beredar poster-poster lucu yang dibawa. Salah satu poster yang dibawa berbunyi 'Pak skincare-ku mahal dipake panas-panasan. Tapi gapapa soalnya NKRI lebih mahal harganya!!'.


Perihal isu mobilisasi massa, Saut juga sebelumnya telah menegaskan tidak ada dorongan dari KPK agar para mahasiswa bergerak untuk demonstrasi besar-besaran. Ucapan Saut itu menepis isu liar yang awalnya muncul dari adanya video yang tersebar di media sosial yang menunjukkan adanya diskusi di KPK bersama mahasiswa.

Kabiro HumasKPKFebriDiansyah sebelumnya telah menyebut video itu merupakan kegiatanKPK menerima kedatangan mahasiswa dan aktivis antikorupsi pada 12 September 2019. Saat itu PresidenJokowi telah meneken Surat Presiden (Surpres) untuk revisi UUKPK. Kedatangan mahasiswa dan para aktivis keKPK itu disebutFebri sebagai bentuk dukungan melawan revisi UUKPK yang dianggap melemahkan tersebut, bukan dorongan agar mahasiswa berdemo besar-besaran.
(dhn/fjp)