Lerai Perang Warga Kampung di Puncak Jaya, Prajurit TNI Terkena Panah

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 25 Sep 2019 11:01 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Prajurit TNI dari Yonif Raider 751, Pratu Syahrir, terluka di bagian pundak akibat terkena anak panah saat berusaha memisahkan perang antar kampung yang terjadi di Kampung Pagaleme, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol CPL Eko Daryanto dalam keterangannya, Rabu (25/9/2019), menjelaskan perang antar warga kampung ini dipicu penghadangan yang dilakukan kubu BT terhadap KW pada Senin (23/9). KW saat penghadangan terkena panah.




Keesokan harinya, Selasa (24/9), BT ditemukan meninggal di rumahnya karena terkena panah. Tewasnya BT memicu kemarahan kelompoknya sehingga mereka bergerak dari Kampung Puncak Senyum menuju Kampung Pagaleme dengan membawa panah.

Di Kampung Pagaleme, kubu BT menyerang kubu KW dengan anak panah. Bentrokan antar kampung ini dipisahkan personel Polres Puncak Jaya dan Satgas Pamrahwan Yonif Raider 751. Kedua kelompok warga berhasil dilerai.

Akibat perang antar warga kampung ini, 5 orang luka karena anak panah yakni Brigpol Sahar, Pratu Syahrir dan 3 orang warga.

Saat ini Pratu Syahrir dievakuasi ke RST Marthen Indey, Jayapura, untuk mendapatkan penanganan medis.




Simak juga video Penampakan Pos Polisi Palmerah yang Amburadul Usai Dibakar Massa:

[Gambas:Video 20detik]

(fdn/fdn)