Diberi Penjelasan soal RKUHP, Turis Akhirnya Abaikan Isu Bali Sex Ban

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 25 Sep 2019 10:23 WIB
Sunrise di Pantai Sanur, Bali (andi/detikcom)
Sunrise di Pantai Sanur, Bali (andi/detikcom)
Jakarta - Polemik Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) memicu munculnya isu larangan seks di Bali (Bali sex ban) yang membuat wisatawan resah. Pengusaha pariwisata di Pulau Dewata pun terdampak karena beberapa wisatawan membatalkan liburannya.

"Ada (pembatalan) awalnya, tapi setelah ada sosialisasi dari pemerintah daerah Bali mereka sudah mulai mengabaikan dan tetap datang ke Bali," kata Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Agung Partha Adnyana ketika dihubungi, Rabu (25/9/2019).

Agung tak menampik travel advice terkait isu RKUHP dari Australia membuat para turis ragu untuk liburan ke Indonesia. Beruntung, kesigapan pemerintah Provinsi bersama para stake holder memberikan penjelasan terkait isu ini bisa memulihkan keyakinan para turis tetap liburan ke Pulau Dewata.

"Ada, tapi recoverynya cepat. (Pembatalan dari turis) Australia, terkait isu itu aja," jawabnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan dan Wisata Indonesia (ASITA) Bali Ketut Ardana. Ardana menyebut sejumlah anggotanya juga mengalami pembatalan kunjungan tamu gara-gara isu R-KUHP ini.

"Ada beberapa anggota yang melaporkan bahwa ada cancellation tapi saya belum tahu jumlahnya berapa," terang Ardana.

Ardana menambahkan saat ini banyak para mitra kerja anggotanya di luar negeri yang bertanya soal isu RKUHP ini. Dia menyebut anggotanya pun wajib memberikan penjelasan agar tak ada pembatalan kunjungan.

"Beberapa partner-partner kerja anggota ASITA sudah ada yang menanyakan karena mereka tentu ingin mendapatkan kepastian tentang hal tersebut. Dalam hal ini anggota ASITA wajib bisa memberikan penjelasan sejelas-jelasnya untuk menghindari terjadinya pembatalan/cancellation," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3