Para Profesor Begawan Hukum di Belakang RUU KUHP

Para Profesor Begawan Hukum di Belakang RUU KUHP

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 25 Sep 2019 09:08 WIB
Prof Muladi menangis RUU KUHP kembali ditunda (ari/detikom)
Prof Muladi menangis RUU KUHP kembali ditunda (ari/detikom)
Jakarta - Mahasiswa mendesak RUU KUHP dibatalkan dan DPR menerima serta menundanya. Namun tahukan bila RUU KUHP dibidani oleh para guru besar begawan hukum Indonesia. Siapa saja mereka?

Berikut sebagian begawan hukum di belakang RUU KUHP yang ikut merumuskannya yang dirangkum detikcom, Rabu (25/9/2019):

1. Prof Muladi
Muladi merupakan guru besar hukum pidana Universitas Diponegoro (Undip). Ia mulai mengajar pada tahun 1968. Pendidikan S2 diselesaikan di Prancis pada 1979 dan doktor hukum dari Unpad Bandung pada 1984. Di kampusnya, ia menjadi Dekan FH dari 1986 hingga 1991.
Para Profesor Begawan Hukum di Belakang RUU KUHPMuladi (ari/detikcom)

Muladi sempat juga menjadi anggota Komnas HAM, Menteri Kehakiman, Menteri Sekretaris Negara dan hakim agung.

2. Prof Barda Nawawi Arief
Barda Nawawi adalah kolega Muladi di kampusnya. Usianya seumuran dengan Muladi. . Setelah mengajar di Undip pada 1968, Barda menjadi Dekan FH Undip dari 1992-1998. Beda dengan Muladi, Barda Nawawi lebih memilih total mengajar di kampus dan tidak memasuki dunia praktis.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3