detikNews
Selasa 24 September 2019, 20:26 WIB

KPK Duga Dirut Perum Perindo Terima USD 30 Ribu Urus Kuota Impor

Zunita Putri - detikNews
KPK Duga Dirut Perum Perindo Terima USD 30 Ribu Urus Kuota Impor Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Dirut Perum Perindo) Risyanto Suanda resmi berstatus tersangka KPK. Dia diduga menerima suap terkait kuota impor ikan tahun 2019.

KPK menduga pemberi suap itu adalah Mujib Mustofa sebagai Direktur PT Navy Arsa Sejahtera (PT NSA). Perusahaan itu merupakan salah satu importir ikan yang digandeng Perum Perindo sebagai BUMN yang memiliki hak untuk melakukan impor ikan.

"Pada pertemuan tersebut RSU (Risyanto Suanda) juga menyampaikan permintaan uang sebesar USD 30 ribu kepada MMU (Mujib Mustofa) untuk keperluan pribadinya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2019).




Saut menyebut Risyanto meminta uang itu diberikan ke perantaranya yang bernama Adhi Susilo. Pada saat operasi tangkap tangan (OTT), uang USD 30 ribu itu ditemukan KPK masih berada di tangan Adhi.

Dalam kasus ini PT NSA sebenarnya sudah masuk daftar hitam sejak tahun 2009 karena melebihi kuota impor. Namun Mujib melakukan pendekatan dengan Risyanto sehingga terjadilah kongkalikong itu.

Risyanto pun ditetapkan sebagai tersangka penerima suap, sedangkan Mujib sebagai pemberi suap.


Simak juga video "KPK Umumkan 3 Tersangka Baru di Kasus Suap Proyek Pakpak Bharat":

[Gambas:Video 20detik]




(dhn/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com