detikNews
Selasa 24 September 2019, 20:16 WIB

Diperiksa KPK 8 Jam, Sesmenpora Ditanya Regulasi Hibah KONI

Zunita Putri - detikNews
Diperiksa KPK 8 Jam, Sesmenpora Ditanya Regulasi Hibah KONI Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto diperiksa penyidik KPK selama 8 jam. Gatot mengaku ditanya mengenai aturan tentang dana hibah KONI.

Gatot keluar dari gedung KPK sekitar pukul 18.30 WIB, Selasa (24/9/2019). Gatot terpantau masuk gedung KPK pada pukul 10.00 WIB.

Dalam pemeriksaan, Gatot mengaku ditanya terkait aturan dana hibah Kemenpora. Ditanya juga soal alur anggaran Kemenpora. Penyidik juga menanyakan aturan anggaran Kemenpora yang diatur dalam UU Keolahragaan Nasional.

"Saya hanya diperiksa kapasitasnya untuk menjelaskan regulasi aturan tentang hibah boleh atau tidak, tanggung jawab Sesmenpora itu seperti apa. Kemudian gimana alur anggaran seandainya KONI membutuhkan dana. Pertanyaannya seputar regulasi," kata Gatot seusai pemeriksaan.

Gatot mengungkapkan pemeriksaannya dilakukan secara intensif. Menurut Gatot, penyidik mencari tahu skema suap di dana hibah KONI.

Dia menegaskan tidak mengenal istilah 'kickback' atau pemberian uang kepada Imam. Selama 1 tahun menjabat, Gatot menegaskan tak pernah terlibat kesepakatan transaksi dengan Imam.

"Saya tidak terima atau penilaian bahwa ada budaya kickback di Kemenpora. Saya pernah jadi Deputi IV selama 1 tahun, jadi awal 2016-2017. Jadi jangan digeneralisasi bahwa Kemenpora itu ada budaya kickback," katanya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka suap dana hibah KONI dan penerimaan lain berkaitan dengan jabatannya. Selain atas Imam, KPK menetapkan asisten pribadi Imam, Miftahul Ulum, sebagai tersangka.

Imam diduga menerima suap sebesar Rp 26,5 miliar. Uang suap itu diberikan secara bertahap selama 2014-2018.

Uang yang diterima Imam diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain.
(zap/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com