PKS Siap-siap Tarik Dukungan Terhadap Pemerintah
Senin, 31 Okt 2005 02:10 WIB
Jakarta - Setelah satu tahun dirasakan belum ada perubahan yang berarti yang dilakukan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), PKS memberikan warning tiga menterinya untuk 'angkat koper' dari Kabinet Indonesia Bersatu."PKS saat ini mempertimbangkan untuk menarik dukungan terhadap pemerintahan. Dalam pekan ini surat warning kepada ketiga menteri akan kita kirimkan. Itu dikarenakan tidak terlihat adanya perubahan selama ini," kata Sekjen DPP PKS Anis Matta ketika dihubungi detikcom Minggu (30/10/2005).Selain itu, menurut Anis, selama ini PKS sebagai partai pendukung, juga tidak pernah dilibatkan oleh pemerintah di dalam mengambil beberapa kebijakan strategis di pemerintahan. "Tapi dampak dari kebijakan itu harus ditanggung bersama," tegas Anis."Bahkan, kebanyakan kebijakan itu juga merusak citra PKS secara luar biasa," tambahnya.Yang paling disoroti DPP PKS sebagai ukuran penilaian adalah belum adanya perubahan dalam bidang ekonomi. "Sebenarnya dalam banyak hal. Tapi bidang ekonomi yang paling menonjol, angka pemerintah dalam bidang ini tidak ada yang bagus," urainya.Anis pun mengakui bahwa kebijakan untuk mempertimbangkan penarikan dukungan terhadap pemerintah ini disebabkan banyaknya protes dari berbagai kalangan terhadap PKS. "Ada tekanan luar biasa dari konstituen, pengurus daerah, kader dan simpatisan. Tapi selama ini kita masih sabar untuk kebaikan jangka panjang," jelasnya.Jika keputusan ini diambil oleh PKS maka partai ini tidak akan bertanggung jawab lagi terhadap segala keputusan yang diambil oleh pemerintah. "Namun, khusus untuk korupsi PKS akan terus mengawasi pemerintah meskipun berada di luar pemerintahan," tandasnya.
(ahm/)











































