Muhaimin: Kejadian Poso Tanda Intelijen Kita Memble
Senin, 31 Okt 2005 01:45 WIB
Jakarta - Kritik terhadap kinerja intelijen kembali datang terutama tentang kejadian pembunuhan tiga siswi SMA Kristen di Poso. Menurut Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar, kejadian itu merupakan bentuk kelemahan kinerja intelijen Indonesia."Ini pancingan agar bentrok. Itu juga karena kemampuan intelijen yang memble. Intelijen kita memalukan ngurus gituan saja tidak mampu," kata Muhaimin usai melepas ratusan orang yang mudik gratis di kantor DPP PKB Jl Kalibata Timur, Jakarta, Minggu (30/10/2005).Menurut Cak Imin, karena Poso merupakan daerah konflik sejak lama seharusnya daerah tersebut ditetapkan statusnya menjadi siaga satu. Sehingga pengawasan oleh aparat keamanan dan intelijen lebih efektif untuk menghindari terjadinya provokasi ke arah konflik horizontal terutama konflik antar agama."Kapolri harus mempertajam anggota dan intelijennya agar tidak terulang lagi," pinta Cak Imin.DPP PKB juga menyatakan, mengutuk keras tindakan tersebut karena akan merusak perdamaian yang selama ini ada di Poso. Untuk itu DPP PKB meminta kepada Presiden SBY menjadikan keamanan sebagai prioritas utama dalam evaluasi kinerja pemerintahannya selama satu tahun selain masalah ekonomi."Salah satu yang harus dievaluasi oleh Presiden SBY adalah kemanan yang tidak baik," jelasnya.
(ahm/)











































