Lokasi Bom Bali II di Kafe Raja's Digelar Upacara Penyucian

Lokasi Bom Bali II di Kafe Raja's Digelar Upacara Penyucian

- detikNews
Minggu, 30 Okt 2005 22:10 WIB
Bali - Sebulan setelah kejadian bom Bali Kuta Dan Jimbaran, di gelar upacara penyucian Tawur Balik Sumpah pada salah satu lokasi ledakan, yaitu di Kafe Raja's, Kuta Square, Kuta Bali, Minggu (30/10/2005). Sementara, untuk lokasi ledakan di Kafe Menega dan Kafe Nyoman akan dilakukan upacara serupa, Sabtu (5/11/2005).Upacara ini berfungsi untuk mensucikan jiwa Bali dan seluruh jagat alam raya. Upacara ini bukan hanya untuk membersihkan lokasi dari hal-hal yang negatif melainkan juga akan membebaskan jiwa dan raga para korban. Dan untuk membawa pikiran ke Bali yang lebih aman dan rukun.Upacara yang dipimpin oleh beberapa pendeta ini diikuti oleh ratusan masyarakat Kuta, diantaranya, pemerintah Kabupaten Badung, masyarakat adat Kuta dan pegawai toko yang berlokasi di Kuta Square. Hadir juga dalam upacara tersebut Bupati Badung Anak Agung Gede Agung, Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika. Upacara ini pun menjadi totntotan yang menarik bagi wisatawan asing yang melintas di lokasi tersebut. Upacara ini diwarnai dengan beberapa ritual, diantaranya Topeng Wali, Wayang Wali, tari sakral berupa Tari Rejang yang dimainkan oleh anak-anak, dan upacara pakelem dan disambut dengan gamelan Bali. Upacara Pakelem yang dilakukan pada akhir upacara dilakukan di pantai Kuta. Pada ritual ini beberapa ekor itik, angsa, kambing, sapi dan kerbau dilarang ke tengah laut.Upacara serupa juga pernah dilakukan pada Bom Bali 2002 di Legian, Kuta. Upacara dalam skala yang lebih besar itu disebut Tawur Agung Pamarisudha Karipubhaya. Upacara tersebut juga bertujuan untuk menyelaraskan Tri Hita Karana yang merupakan tiang keselamatan dan kesejahteraan di Bali. Selain menggelar upacara, pemerintah Kabupaten Badung bekerja sama dengan Polda Bali akan menerapkan sistem keamanan bertaraf internasional di beberapa wilayah pariwisata, seperti di Kuta dan Jimbaran. Pihaknya akan memasang beberapa CCTV di beberapa titik di lokasi tersebut. Bupati Badung Gede Agung mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pengamanan dengan melakukan penertiban administrasi terhadap warga pendatang. "Upaya penertiban administrasi kependudukan ini bukan langkah untuk melakukan sweeping terhadap warga pendatang," tegasnya. (ahm/)


Berita Terkait