#ReformasiDikorupsi! Ananda Badudu Galang Dana untuk Aksi Mahasiswa di DPR

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 24 Sep 2019 11:09 WIB
Demo di depan gedung DPR pada Senin (23/9) malam (Rolando/detikcom)
Jakarta - Mahasiswa tengah menggelar aksi menolak sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang memicu kontroversi di depan gedung MPR/DPR. Kini muncul aksi penggalangan dana untuk mendukung aksi bertajuk #ReformasiDikorupsi itu.

Penggalangan dana mendukung aksi mahasiswa muncul di situs kitabisa. Dilihat detikcom pada Selasa (24/9/2019), galang dana ini digaungkan oleh musikus Ananda Badudu. Per pukul 10.59 WIB, donasi yang telah terkumpul mencapai Rp 121.436.669 dari target Rp 50 juta.


"Kamu bisa berkontribusi lewat donasi dana yang akan digunakan untuk makanan, minuman, dan sound system mobile (mobil/gerobak komando)," tulis keterangan dalam galang dana itu.

Ananda Badudu menuliskan bahwa KPK dilemahkan oleh DPR dan Presiden. Dia juga menyoroti masalah di Papua hingga kebakaran hutan di sekujur Sumatera dan Kalimantan. Petani, kata dia, terancam oleh rancangan UU yang berpihak pada pemodal. Sistem kerja baru yang tercantum dalam RUU Ketenagakerjaan disebut membuat buruh dan pekerja semakin rentan dieksploitasi.

"Kabar tak baik yang disiarkan lewat berbagai media ini bikin hati makin tak karuan, dan di pengujung hari, kita semakin bersedih lagi karena merasa tak bisa ikut berkontribusi membuat situasi menjadi lebih baik," tulis Ananda.

"Mahasiswa meyakinkan bahwa aksi ini bukan untuk menggulingkan Jokowi dari kursi kepresidenan, melainkan menuntut agar kebijakan-kebijakan Jokowi sejalan dengan janji-janjinya sendiri," imbuhnya.


Dalam keterangan di situs tersebut, Ananda menjabarkan beberapa tuntutan mahasiswa. Berikut ini tuntutannya:

1. Batalkan UU KPK, RUU KUHP, Revisi UU Ketenagakerjaan, UU Sumber Daya Air, RUU Pertanahan, RUU Pertambangan Minerba, UU MD3 serta sahkan RUU PKS, RUU Masyarakat Adat, dan RUU Perlindungan Data Pribadi.
2. Batalkan hasil seleksi calon pimpinan KPK
3. Tolak dwifungsi Polri
4. Selesaikan masalah Papua dengan pendekatan kemanusiaan
5. Hentikan operasi korporasi yang merampok dan merusak sumber-sumber agraria, menjadi predator bagi kehidupan rakyat. Termasuk mencemari udara dan air sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa. Seperti halnya kebakaran hutan yang saat ini terjadi di Sumatera dan Kalimantan serta pidanakan semua pihak yang terlibat.


Amankan Demo di DPR, 13 Ribu Aparat Polisi Dikerahkan:

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/fjp)