Lagi, Bocah di Pekanbaru Menjadi Korban Sodomi

Lagi, Bocah di Pekanbaru Menjadi Korban Sodomi

- detikNews
Minggu, 30 Okt 2005 17:03 WIB
Pekanbaru - Kasus sodomi di Pekanbaru Riau kembali terulang. Warga kembali dihebohkan ketika T (10) yang sempat menghilang ditemukan warga dalam keadaan sekarat. Bocah ini ditemukan warga di semak-semak dengan leher terikat dan dalam keadaan telanjang. Setelah diperiksa, dipastikan bocah malang ini korban sodomi.Anak murid SD kelas V itu ditemukan warga di semak-semak di belakang komplek perumahan Jl Paus Ujung, Pekanbaru. Dia sendiri sempat diyatakan menghilang dari rumanya. Orang pertama yang menemukan bocah itu, adalah Neneng ( 26) warga Perumahan Permata Jl Paus, Pekanbaru."Pada Jumat (28/10/205) lalu, sekitar pukul dua sore, saya melihat anak itu keluar dari semak-semak dalam keadaan telanjang dan kotor dan leher terikat tanpa bisa bicara. Dikira orang gila atau tunawisma adik saya tidak segera menolong. Tetapi setelah kami perhatikan anak ini benar-benar minta pertolongan," kata Neneng kepada detikcom, Minggu (30/10/205) di Pekabaru.Melihat kondisi anak dalam keadaan sekarat, Neneng bersama andiknya Rafly segera menolong T. Dua kakak beradik ini memberikan minum dan memberikan baju untuk menutup badan T. Dari sana, Neneng melaporkan ke warga sekitarnya dan tak lama warga melapor ke polisi.Pihak kepolisian sempat mengalami kesulitan menanyai identitas T. Anak laki-laki ini tetap saja menjerit kesakitan dan trauma bahkan dia sendiri lupa nama orang tuanya. Melihat kondisi tubuhnya yang terus melemah, T dibawa pihak kepolisian ke RS Polri Jl Kartini, Pekanbaru. Adanya jeratan tali sepatu dileher T, ada indikasi usaha pelaku membunuh korbannya.Setelah mendapat perawatan medis, akhirnya T bisa menyebut nama orangtua dan alamatnya di Perumahan Widya Graha Jalan Pelita Sidomulya Timur, Pekanbaru. Dari orang tua korban, (Gusmaniar), anaknya itu dinyatakan hilang sejak pukul 10.00 Wib.Dari hasil penyisiran, pihak Polsek Bukit Raya berhasil membekuk pelaku sodomi itu. Geri pria usia 30 tahun yang bekerja sebagai buruh bangunan dinyatakan sebagai tersangka. Geri tinggal dekat dengan rumah korban.Hingga saat ini polisi terus menginterogasi Deri. Modus yang dilakukan Deri, dengan cara menculik, penyiksaan dengan jeratan tali sepatu, serta sodomi, mirip dengan 8 kasus korban sodomi lainnya. Dimana sejak tahun 2003 hingga 2005 sudah 8 anak lali-laki menjadi korban pembunuhan disertai pelecehan seksual.Kepala Polsek Bukit Raya Ajun Komisaris Polisi, Des Ando, kepada detikcom, mengatakan, tidak tertutup kemungkinan Deri adalah pelaku pembunuhan serta sodomi berantai tersebut. Untuk membuktikan kearah tersebut, diperlukan penyidikan dan pengumpulan bukti-bukti tambahan untuk mengaitkan Deri dengan kasus-kasus lainnya. "Hasil pemeriksaan sementara Deri pernah tersandung kasus sodomi enam tahun lalu, tapi korbannya tidak sampai tewas," kata Kapolsek Bukit Raya, Des Ando. (jon/)


Berita Terkait