Pembunuhan 3 Siswi SMA
PBNU Minta Masyarakat Tenang
Minggu, 30 Okt 2005 15:43 WIB
Poso - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kewaspadaan dengan adanya kejadian pembunuhan tiga siswi SMA di Poso. Sikap tenang masyarakat ini diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman antarumat beragama.Imbauan ini disampaikan Ketua PBNU Rozy Munir dalam acara pembagian 850 paket sembako dari Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Amil Zakat Infak dan Sadaqah NU di Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Minggu (30/10/2005)."Kita belum tahu persis siapa yang berada di balik semua ini. Tapi yang jelas sudah ada korban dari sekolah Kristen. Namun jangan langsung dikaitkan dengan agama," katanya.Rozi juga meminta polisi bekerja lebih keras dan maksimal. Sebab sampai saat ini di antara umat beragama sudah ada gerakan moral nasional. "Kerukunan antarumat Islam dan Kristiani harus dibangun. Terutama karena sebentar lagi masing-masing agama akan merayakan hari raya," katanya.Ketiga siswi SMA yang menjadi korban keganasan kelompok serba hitam itu adalah Yanni Saluhu, Alfita Polio, dan Thereria Morangkir. Saat itu ketiganya sedang berangkat ke sekolah di Desa Bukit Bambu. Noviana Malema yang serombongan dengan ketiga dara itu menderita luka robek di mulut. Dia selamat karena melawan penyerang. Sementara dua siswi lainnya selamat tanpa mengalami luka-luka.Bagikan SembakoRatusan paket sembako dari PBNU dibagikan kepada masyarakat Salemba dan Kramat. Paket sembako terdiri 5 kilogram beras,1 kilogram gula, biskuit, sarung, dan minyak goreng. Pemberian paket sembako ini merupakan rangkaian terakhir dari pembagian sembako yang telah dilakukan ke 130 titik yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung dan DKI Jakarta selama satu bulan terakhir.Dana yang dikumpulkan dari PBNU untuk keperluan pembagian sembako ini mencapai Rp 2 miliar. "Kami mengupayakan agar zakat terkumpul sebaik-baiknya dan disalurkan dengan benar," kata Fathurrahman Rauf, salah seorang pengurus PBNU.
(gtp/)











































