detikNews
Selasa 24 September 2019, 04:29 WIB

Akhirnya, Rumah 'Dua Negara' di Kaltara Sepenuhnya Masuk Wilayah RI

Haris Fadhil - detikNews
Akhirnya, Rumah Dua Negara di Kaltara Sepenuhnya Masuk Wilayah RI Rumah yang sempat berada di dua negara (Foto: Rachman Haryanto-detikcom)
Jakarta - Ingatkah anda dengan rumah di Kalimantan Utara (Kaltara) yang berdiri di dua negara, yakni bagian depannya di wilayah Indonesia sementara bagian belakangnya masuk ke wilayah Malaysia? Kini seluruh bagian rumah itu resmi menjadi wilayah Indonesia.

Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Darat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Edy Supriyanta, mengatakan masuknya seluruh bagian rumah itu menjadi wilayah Indonesia berawal dari dibangunnya 13 pilar utama baru. Ketigabelas pilar itu dibangun di daerah Outstanding Boundary Problem (OBP) di Pulau Sebatik pada segmen East Pillar sampai West Pillar di Kabupaten Nunukan, Kaltara.


"Yang jelas patoknya sudah dipasang dan kemarin ada beberapa rumah yang kemarin masuk wilayah Malaysia yang di Aji Kuning tapi setelah kita pancangkan patok-patok itu setelah diukur dan disepakati kembali kemudian dipasang patok itu akhirnya masuk ke wilayah Indonesia," ujar Edy seperti dilihat dari situs BNPP, Selasa (24/9/2019).

Pemasangan pilar-pilar itu merupakan hasil survei bersama BNPP dengan pihak TNI AD serta pihak Jabatan Ukur dan Pemetaan Malaysia. Menurutnya, dengan pembangunan 13 pilar ini, wilayah perbatasan antara RI dengan Malaysia semakin jelas.

"Saya melihat langsung persis itu. Termasuk yang ada rumah yang ruang tamunya masuk di wilayah Indonesia dan dapurnya masuk ke Malaysia. Sekarang masuk ke Indonesia," ucapnya.


Melihat Para Penjaga Perbatasan yang Bangga Jaga Keutuhan NKRI:

[Gambas:Video 20detik]


(haf/haf)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com