detikNews
Senin 23 September 2019, 21:51 WIB

Stasiun MRT Akan Tampilkan Ragam Seni Budaya Indonesia

Nurcholis Maarif - detikNews
Stasiun MRT Akan Tampilkan Ragam Seni Budaya Indonesia Foto: Nurcholis Maarif/detikcom
Jakarta - Ditjen Kebudayaan Kemendikbud dan PT MRT Jakarta melakukan perjanjian kerja sama (PKS) untuk mengisi stasiun MRT dengan sejarah hingga seni budaya Indonesia. Upaya yang pertama dilakukan adalah menampilkan sejarah stasiun dalam bentuk QR code di dua stasiun MRT, yaitu Bundaran Hotel Indonesia dan Istora.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pihaknya terbuka untuk segala kegiatan seni dan budaya di sepanjang jalur dan stasiun MRT. Menurutnya, hal ini langkah yang tepat karena sesuai dengan arahan gubernur DKI Jakarta yang ingin menjadikan jalur Sudirman dan Thamrin sebagai warisan nusantara.

"Kita punya sarana promosi, ruang iklan itu bisa digunakan. Beberapa spot yang sering dilewati publik sehingga mudah untuk mengcapture (QR code). Kita sangat terbuka untuk kegiatan seni budaya sepanjang jalur MRT Jakarta," ucapnya di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019).


Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan ingin memanfaatkan waktu masyarakat yang menunggu kedatangan MRT dengan memberikan informasi. Hilmar menjelaskan isi QR code tersebut berisi artikel dan foto-foto lawas stasiun serta wilayah sekitarnya.

"Kalau konten yang pasti sejarah masing-masing stasiun. Selain itu, kita juga fokus ke warisan budaya yang sudah ditetapkan UNESCO. Jadi orang lebih gampang mengenalnya karena selected. Kita khawatir kalau dibanjiri informasi juga jadi over," ucap Hilmar.

"Dari segi tujuan sebenarnya simpel. Orang naik MRT kalau tepat waktu langsung naik, kalau nunggu sekitar 5 menit, itu yang bisa kita isi dengan informasi. Paling enggak interaksi dengan gadgetnya bisa memperkenalkan kekayaan budaya yang kita miliki," imbuhnya.


Menurut Hilmar, pihaknya juga masih memilah arsip yang nantinya akan ditampilkan di mana berisi sejarah, kesenian, dan tradisi yang masuk dalam kekayaan budaya Indonesia. Ke depan, kata Hilmar, ia juga akan mengkomunikasikan dengan manajemen MRT untuk penampilan kesenian dan budaya di beberapa stasiun.

"Beberapa pertunjukkan juga bisa, misalnya tari dan yang pasti tidak mengganggu publik yang naik MRT. Bisa juga penampilan pantomin, pameran lukisan, video mapping. Sebenarnya kita berdua dengan MRT juga ingin memfasilitasi teman-teman seniman," pungkas Hilmar.
(prf/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com