Polri Ungkap Kronologi Rusuh Maut di Jayapura, Aparat Diserang Lebih Dulu

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 23 Sep 2019 19:57 WIB
Kabid Humas Polda Papua Kombes Kamal (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Seorang prajurit TNI Angkatan Darat, Praka Zulkifli, gugur akibat diserang mahasiswa di Universitas Cenderawasih (Uncen), Papua. Saat diserang, Praka Zulkifli sedang menyantap makan siang di sela tugas pengamanan unjuk rasa mahasiswa.

"Massa atau mahasiswa pengunjuk rasa melakukan penganiayaan terhadap aparat keamanan TNI dan Polri yang sedang melaksanakan tugas pengamanan. Akibat kejadian tersebut, satu orang anggota TNI meninggal dunia dan enam anggota Brimob mengalami luka-luka," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam siaran persnya, Senin (23/9/2019).

Berikut kronologi penyerangan mahasiswa terhadap aparat di Uncen:

Pukul 07.00 WIT

Sekitar 300 mahasiswa ingin membangun posko mahasiswa di auditorium Uncen. Hal itu ditolak pihak rektorat kampus. Pihak rektorat lalu meminta aparat TNI-Polri membubarkan mahasiswa.

"Selanjutnya personel gabungan BKO Brimob dan Polres Jayapura Kota langsung mendatangi kampus dan membubarkan mahasiswa. Kapolres Jayapura Kota melakukan negosiasi untuk mahasiswa dapat membubarkan diri," ujar Kamal.

Pukul 11.00 WIT

Mahasiswa bisa dipulangkan dengan menggunakan truk dan mobil yang disediakan polisi dan situasi aman terkendali. Setelah naik ke bus dan truk, mereka diantar menuju Expo Waena, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari auditorium Uncen.

"Pada saat tiba di Expo, mahasiswa melihat ada seorang anggota TNI yang sedang makan dan dilakukan penyerangan, sehingga korban anggota TNI atas nama Praka Zulkifli Al Karim meninggal dunia," ucap Kamal.

Bukan hanya Praka Zulkifli, 100 anggota Brimob yang sedang melakukan pengamanan turut diserang dengan batu, kayu, dan besi. Akibat penyerangan, enam personel Brimob terluka.
Selanjutnya
Halaman
1 2