Kualitas Udara di Medan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Khairul Ikhwan Damanik - detikNews
Senin, 23 Sep 2019 14:52 WIB
Foto: Penampakan Kota Medan pada Senin (23/9/2019) (Khairul Ikhwan Damanik/detikcom)
Medan - Kualitas udara Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) memburuk. Dari sebelumnya berstatus 'tidak sehat', kualitas udara Kota Medan kini menjadi 'sangat tidak sehat'.

Kenaikan status ini bersumber dari Sistem Pemantauan Kualitas Udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS) Medan yang dikelola Badan Lingkungan Hidup Sumut. Namun, menurut Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, secara keseluruhan tidak terpantau ada titik api atau hotspot di Sumut hari ini.

"Udara sangat buruk. Ini sudah merata. Kita fokuskan sekarang ini kesehatan masyarakat," kata Edy kepada wartawan di Medan, Senin (23/9/2019).


Edy menyatakan kualitas udara yang sangat buruk ini akan berimplikasi pada banyak hal. Sebab itu pihaknya sangat konsen terhadap beberapa hal paling penting, terutama kesehatan. Sedangkan tahapan berikutnya, bisa saja meliburkan
sekolah-sekolah.

"Ada tempat-tempat yang harus sudah meliburkan sekolah. Tapi untuk khusus di Medan, nanti kita tunggu," kata Edy.


Dikatakannya, ada alat sebagai indikator pencemaran udara yang akan menjadi rujukan dan dikoordinasikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut. Jika indikator itu sudah menunjukkan batas ambang bahaya yang maksimal, maka opsi peliburan sekolah akan diambil.

"Kalau sudah sampai di maksimal, ya sekolah harus kita liburkan," kata Edy.

Sejak asap semakin pekat dua pekan belakangan, udara di Medan masuk kategori tidak sehat. Namun dua hari ini asap semakin pekat karena tidak turun hujan. Jarak pandang anjlok hingga 400 meter, dan sejumlah penerbangan dibatalkan. (rul/gbr)